Tiga Kerangka Gajah Kembali Ditemukan di Aceh Jaya

Kerangka gajah mati di Aceh Jaya

CALANG, ACEHPORTAL.COM - Tim BKSDA Aceh bersama Polres Aceh Jaya, Balai Gakkum Wilayah Sumatera, CRU dan lainnya kembali melakukan pencarian terhadap adanya informasi kematian gajah di Aceh Jaya yang beredar sejak Rabu (1/1/2020) kemarin.

Alhasil, Kamis (2/1/2020) siang tadi tim di lapangan kembali menemukan tiga kerangka gajah Sumatera yang lokasinya tak jauh dari penemuan awal kerangka gajah kemarin.

Kepala BKSDA Aceh, Agus Aryanto mengatakan, kerangka gajah yang ditemukan hari ini masih di Gampong Tuwi Priya, Kecamatan Pasie Raya, Aceh Jaya.

"Enam titik lokasi yang didatangi ditemukan adanya tiga ekor gajah mati yang sudah berupa tulang belulang," ujarnya.

Ia juga menjelaskan, kematian gajah tersebut masih diduga kuat karena terkena tegangan arus listrik. Di sekitar lokasi penemuan tulang belulang gajah pun, ditemukan adanya pagar listrik yang dipasang pada perkebunan sawit masyarakat.

"Adanya penemuan tulang belulang gajah hari ini dan kemarin, totalnya ada 5 ekor, terdiri dari 4 ekor tulang belulang utuh dan 1 ekor tulang belulang hanya dengan rahang bawah tanpa tengkorak kepala utuh," ungkapnya.

Pihak BKSDA pun melaporkan kejadian kematian gajah ini ke Polres Aceh Jaya untuk selanjutnya dapat diproses secara hukum.

"Selanjutnya BKSDA Aceh akan terus berkoordinasi dengan pihak Polres Aceh Jaya terkait proses penanganan kematian gajah," tambahnya.

Untuk diketahui, Gajah Sumatera (elephas maximus sumatranus) merupakan salah satu jenis hewan yang dilindungi di Indonesia berdasarkan Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor: P.106/MENLHK/SETJEN/KUM.1/6/2018 tentang Perubahan Kedua atas Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor: P.20/MENLHK/SETJEN/KUM.1/6/2018 tentang Jenis Tumbuhan dan Satwa Liar yang Dilindungi. Berdasarkan The IUCN Red List of Threatened Species.

"Satwa yang hanya ditemukan di Pulau Sumatera ini berstatus Critically Endangered atau spesies yang terancam kritis, berisiko tinggi untuk punah di alam liar," paparnya.

BKSDA Aceh mengimbau seluruh lapisan masyarakat untuk bersama menjaga kelestarian alam khususnya satwa liar gajah Sumatera dengan cara tidak merusak hutan yang merupakan habitat berbagai jenis satwa, serta tidak menangkap, melukai, membunuh, menyimpan, memiliki, memelihara, mengangkut dan memperniagakan satwa yang dilindungi dalam keadaan hidup ataupun mati.

Selain itu, juga melakukan penertiban terhadap pagar-pagar listrik yang digunakan untuk melindungi kebun yang memiliki arus listrik bertegangan tinggi karena bukannya efek kejut yang ditimbulkan, namun kematian tidak hanya satwa liar namun juga manusia.

"Ini merupakan awal tahun yang menyedihkan bagi kita, semoga kedepannya tidak terjadi lagi. Mari bersama-sama kita tumbuhkan rasa mencintai terhadap satwa liar yang ada karena mereka juga makhluk hidup yang butuh hidup di muka bumi ini," ungkapnya.

Penulis:Hafiz
Rubrik:Headline

Komentar

Loading...