Kasus Korupsi Telur Ayam di Disnak Aceh P21, Polisi Limpahkan Berkas Perkara ke Kejari Aceh Besar

Banda Aceh, Acehportal.com- Berkas perkara kasus korupsi telur ayam yang terjadi di UPTD BTNR Dinas Peternakan Aceh tahun anggaran 2016-2018 dinyatakan lengkap (P21) oleh pihak Kejaksaan Negeri (Kejari) Aceh Besar.

Selanjutnya, pihak kepolisian akan melimpahkan berkas perkara, termasuk tersangka dan barang bukti ke Kejari Aceh Besar. Hal ini dikatakan Kapolresta Banda Aceh, Kombes Pol Trisno Riyanto melalui Kasat Reskrim, AKP M Taufiq, Rabu (2/1/2020).

"Kita akan berkoordinasi dengan JPU Kejari Aceh Besar untuk waktu penyerahannya," ujar Kasat saat dikonfirmasi.

Ia menjelaskan, sejak proses penyelidikan beberapa waktu lalu, Sat Reskrim Polresta Banda Aceh menyelamatkan uang negara sebesar Rp 6,2 miliar dengan mengawal pihak UPTD BTNR Dinas Peternakan Aceh untuk melakukan penyetoran hasil penjualan telur sesuai dengan aturan.

"Dimana, setiap pencairan dari hasil penjualan telur ayam tersebut harus langsung disetorkan ke kas daerah," kata mantan Kasat Reskrim Polres Langsa ini.

Pengungkapan kasus korupsi telur ayam ini dilakukan polisi setelah menerima sejumlah laporan. Dimana, dugaan korupsi terjadi di instansi yang bergedung di Kecamatan Darul Imarah, Aceh Besar tersebut sebesar Rp 13,3 miliar lebih dan setiap penjualan hasil produksi UPTD BTNR berupa telur ayam tidak dicatat pada buku kas umum (BKU).

Setelah menjalani serangkaian penyelidikan, akhirnya polisi menetapkan dua tersangka kasus tersebut yakni RM selaku Kepala UPTD BTNR dan MN selaku pembantu Bendahara. Keduanya diketahui menggunakan uang hasil penjualan tersebut untuk kepentingan pribadi dan lainnya.

"Akibat perbuatan tersangka, negara mengalami kerugian sebesar Rp 2,6 miliar lebih. Ini diketahui berdasarkan hasil audit yang dilakukan pihak BPKP Aceh Oktober lalu," katanya.

Sebelumnya, penyidik Sat Reskrim Polresta Banda Aceh telah memeriksa 30 orang saksi dalam kasus ini serta menyita sejumlah dokumen yang berkaitan. Dari tersangka RH, polisi juga mengamankan uang tunai senilai Rp 3 juta.

Selain itu, polisi juga menyita uang dari hasil penjualan telur ayam tahun 2018 sebesar Rp 114 juta. Kedua tersangka pun sempat ditahan sebelumnya pada November 2019 lalu, namun akhirnya ditangguhkan setelah penyidik mengkaji berbagai pertimbangan.

"Berkas perkara dilimpahkan ke Kejari Aceh Besar pada 20 November 2019 kemarin. Pada Jumat 13 Desember lalu dinyatakan lengkap dan diterima pihak jaksa," katanya lagi.

Tersangak RH, tambahnya, dijerat dengan Pasal 2 Jo Pasal 3 Jo Pasal 8 Jo Pasal 18 UU RI Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah UU Nomor 20 Tahun 2001.

"Dan tersangka MN juga dijerat Pasal 2 Jo Pasal 3 Jo Pasal 8 Jo Pasal 18 UU RI Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah UU Nomor 20 Tahun 2001 Subs Pasal 55 KUH Pidana," tambahnya. ()

Penulis:Hafiz
Rubrik:Hukum

Komentar

Loading...