Dikabarkan 5 Gajah Mati Tersetrum di Aceh Jaya, BKSDA Turun ke Lokasi

Ilustrasi gajah mati

Calang, Acehportal.com- Pihak Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Aceh menerima informasi dari masyarakat tentang adanya lima ekor gajah yang mati di kawasan Gampong Tuwi Priya, Kecamatan Pasie Raya, Aceh Jaya, Rabu (1/1/2020).

Kepala BKSDA Aceh, Agus Aryanto mengatakan, setelah menerima informasi ini pihaknya langsung turun ke lokasi bersama kepolisian, CRU dan tim dokter hewan.

"Kita langsung lakukan pengecekan ke lokasi yang dimaksud," ujar Agus saat dikonfirmasi melalui telepon seluler.

Dari hasil pengecekan tersebut, ditemukan dua ekor gajah mati yang telah menjadi kerangka atau tulang belulang. Pihaknya menemukan tengkorak kepala dan tapak kaki di lokasi yang jaraknya sekitar 50 meter dari penemuan awal.

"Dugaan sementara, kematian disebabkan oleh tegangan arus listrik, karena pada lokasi penemuan tersebut ditemukan adanya pagar listrik dengan tinggi sekitar 1,5 meter. BKSDA Aceh terus berkoordinasi dengan Polres Aceh Jaya untuk proses lebih lanjut," ungkapnya.

Gajah Sumatera (elephas maximus sumatranus) merupakan salah satu jenis hewan yang dilindungi di Indonesia berdasarkan Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor: P.106/MENLHK/SETJEN/KUM.1/6/2018 tentang Perubahan Kedua atas Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor: P.20/MENLHK/SETJEN/KUM.1/6/2018 tentang Jenis Tumbuhan dan Satwa Liar yang Dilindungi.

Berdasarkan The IUCN Red List of Threatened Species, satwa yang hanya ditemukan di Pulau Sumatera ini berstatus Critically Endangered atau spesies yang terancam kritis, berisiko tinggi untuk punah di alam liar.

BKSDA Aceh pun menghimbau seluruh lapisan masyarakat untuk bersama menjaga kelestarian alam khususnya satwa liar gajah Sumatera, dengan cara tidak merusak hutan yang merupakan habitat berbagai jenis satwa, serta tidak menangkap, melukai, membunuh, menyimpan, memiliki, memelihara, mengangkut dan memperniagakan satwa yang dilindungi dalam keadaan hidup ataupun mati.

"Kita juga lakukan penertiban terhadap pagar-pagar listrik yang digunakan untuk melindungi kebun yang memiliki arus listrik bertegangan tinggi karena bukannya efek kejut yang ditimbulkan namun kematian tidak hanya satwa liar namun juga manusia," katanya.

Ini, sambungnya, merupakan awal tahun yang menyedihkan bagi kita. Pihaknya pun berharap emoga kedepannya tidak terjadi lagi kasus yang demikian.

"Mari bersama-sama kita tumbuhkan rasa mencintai terhadap satwa liar yang ada karena mereka juga makhluk hidup yang butuh hidup di muka bumi ini," tambahnya. ()

Penulis:Hafiz
Rubrik:Umum

Komentar

Loading...