Aceh Ditetapkan sebagai Destinasi Wisata Halal, Disbudpar Luncurkan Brand Wisata Halal

Banda Aceh, Acehportal.com - Aceh ditetapkan sebagai destinasi wisata halal oleh Kementerian Pariwisata Republik Indonesia dan mendapat peringkat kedua sebagai tempat wisata halal. Ini dikatakan Kadisbudpar Aceh, Jamaluddin, saat menggelar komferensi pers, Rabu (4/15/2019) sore kemarin.

Jamaluddin mengatakan, pihaknya akan untuk terus berupaya meningkatkan pariwisata Aceh, baik dari segi informasi, komunikasi, produk halal yang bersertivikat. Selain itu, juga melakukan kegiatan kampanye di tempat wisata Aceh agar menjaga kebersihan lingkungan seperti kebersihan toilet dan musalla.

"Rencananya Jumat (6/12/2019) malam akan memberikan anugrah wisata halal Aceh dan melaunching brand wisata Aceh halal di Hotel Hermes Palace, Banda Aceh. Sebelumnya kita sudah punya logo wisata Aceh, sekarang kita akan punya logo wisata halal," ujarnya.

Dia menjelaskan, sejauh ini 23 Kabupaten/Kota di Aceh belum sepenuhnya bergerak dalam wisata halal. Saat ini, fokus Disbudpar Aceh masih di kawasan Banda Aceh. Namun, dia berjanji akan  menggerakkan wisata halal ke berbagai daerah.

"Sosisalisai sudah ke berbagai daerah, kita mengimbau lewat Dinas Kabupaten/Kota untuk mempercepat wisata halal. Harapan Aceh sebagai negeri syariah sebagai tempat yang Favorit," harapnya.

Dengan adanya brand wisata halal, Aceh dapat dikenal oleh negara negara Islam, baik itu negara India dan negara Arab. Pihaknya ingin mempromosikan Aceh yang merupakan daerah aman. "Bahkan, warung kopi saja bisa buka jam dua malam. Itu menandakan Aceh sangat Aman," jelas Jamaluddin.

Selain itu, Ketua Tim Percepatan Wisata Halal, Iskandar mengatakan, saat ini jumlah wisatawan muslim ke Aceh meningkat. Sehingga, Aceh harus melakukan percepatan logo wisata halal.

"Awal yang kita lakukan adalah sosialisasi atau sebuah jaminan kepada wisata muslim ketika di Aceh ibadahnya tidak terganggu. Jika pergi ke pantai ada tersedianya musalla atau tempat salat, sehingga tidak terganggu waktu shalat mereka," ungkap dia.

Selain itu, juga ada jaminan kepada non muslim dari segi keamanan tidak terganggu dengan minuman alkohol dan sebagainya serta adanya pelanggaran yang menjual minuman berarkohol.

"Selama 2 tahun ada beberapa informasi yang tidak sampai kepada masyarakat, sehingga kita membuat satu brand untuk menginformasikan kepada masyarakat apa yang dimaksud dengan wisata halal," kata Iskandar.

Saat ini, Aceh hanya sering menonjol pada hukum cambuk. Padahal, wisata halal Aceh juga perlu dikembangkan. Untuk itu, Disbudpar Aceh membuat anugerah wisata halal dengan mengajak para pelaku bisnis travel hingga Usaha Kecil Menegah yang menjual produk sovenir dan makan bekerja sama dalam mwngembangkan wisata halal.

"Kita mencoba membuat sebuah anugerah. Ini tujuannya memotivasi teman-teman untuk serius dalam pengurusan sertifikasi halal," katanya lagi.

"Adapun tujuh katagori yang akan dianugrahkan yaitu hotel halal, restoran hotel halal, sovenir halal, travel halal, orang yangg mendukung wisata halal, bandara halal dan rumah makan halal," sebutnya.

Penulis:Hafiz
Rubrik:Pariwisata

Komentar

Loading...