PT Mifa Bersaudara Komit Jaga Lingkungan

Acehportal.com

Meulaboh, Acehportal.com- Terkait pencemaran limbah batubara di pantai Desa Peunaga Pasie, Kecamatan Meurebo, pihak PT Mifa Bersaudara dan PLTU Nagan Raya, menyatakan turut serta membersihkan bongkahan batubara dan sampah domestik itu melalui kerjasama dengan DLHK.

Hal tersebut di sampaikan perwakilan Mifa dalam rapat Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) dan anggota Komisi Aceh Barat Senin, ( 2/12/2019) di aula setempat.

Perihal tersebut sebelumnya, sudah pernah disampaikan oleh Wakil Ketua I DPRK Ramli SE, bahwa pemerintah daerah sudah pernah menguji lab terhadap temuan batubara yang tercemar di pantai wilayah Meureubo, yang menyebutkan bahwa kalori batubara tersebut sekitar 3,800 kkl, artinya sumber batubara itu bukan ciri khas batubara lokal yang diproduksi oleh PT Mifa Bersaudara.

Dikatakannya, ceceran batubara pinggir pantai itu, jelas bukan batubara lokal melainkan batubara luar daerah yang tumpah ruah kelaut setelah terbaliknya tongkang batubara milik PLTU pada Tahun lalu.

"Kita punya data lengkap mengenai pencemaran batubara ini serta gambar dan video pada saat kapal tongkang batubara milik PLTU terbalik kedasar laut sehingga batubara tersebut, kini mencemari sepanjang pesisir pantai wilayah Aceh Barat," ungkap Ramli.

Dalam hal ini pihak dewan meminta Kepada PLTU harus bertanggung jawab penuh untuk membersihkan ceceran batubara yang kini telah tercemar di dua Kecamatan Meurebo dan Johan Pahlawan.

Selain itu pihak Dewan juga mempertanyakan sejauh mana realisasi terapan dana CSR, tenaga kerja dan pelibatan kontraktor lokal di projek mifa dan PLTU.

Tim hukum dan pemerintahan PT. Mifa Bersaudara Haditiyo menyatakan, pihak PLTU sudah pernah memberikan bantuan CSR sebesar 90 jutaan, sementara untuk tenaga kerja akan membicarakan lebih lanjut kepada para kontraktor mitra kerja agar fokus menyerap tenaga kerja lokal dan mitra kerja lokal.

Sementara pihak mifa menyampaikan, terkait tenaga kerja hingga saat ini mifa bersama mitra kerja telah menyerap 1791 karyawan yang mana 72 % berasal asal dari Aceh. dengan jumlah mitra kerja (kontraktor) sebanyak 37 perusahaan.

Terkait dengan operasional Sambungnya, pertambangan Mifa komit menerapkan Good Mining Practices, dimana khusus mengenai reklamasi dan pasca tambang sudah menempatkan jaminan dalam bentuk bank garansi dan deposito dgn nominal Rp. 4.7 Miliyar untuk Jamrek.dan untuk 2 Miliyar, jaminan pasca tambang yang akan meningkat setiap tahunnya sesuai dengan dokumen yang telah disetujui instansi teknis terkait," sebut hadityo saat rapat dengar pendapat di DPRK Aceh Barat.

Mengenai dana CSR Lanjut Hadityo, sejak beroperasi hingga saat sini telah merealisasikan lebih dari 33 Miliyar, dana CSR hala tersebut adalah bentuk komitmen Mifa menghormati kekhususan Aceh berdasarkan UUPA yang mengamanahkan penempatan dana CSR sebesar 1 % dari total penjualan bukan dari keuntungan.selain itu manajemen Mifa juga komit mengelola dana CSR yang di fokuskan disekitar wilayah pertambangan.

Selain CSR, mifa juga berkontribusi dalam bentuk PNBP (royalti) sesuai PP 9 tahun 2012 sebesar 3 sampai 5 % dari penjualan yang hingga saat ini mencapai 148 Miliyar dan sumbangan pembangunan daerah telah di setorkan hingga 59 Miliar ke kabupaten dan provinsi.

Pada penutupan rapat tersebut, Adityo dari pihak PT Mifa Bersaudara menyampaikan permohonan doa kepada Alm. Achmad Hadiat Kismet Hamami Bin Ahmad Hamami sebagai pendiri Tiara Marga Trakindo Group (Induk usaha Mifa) yang telah berpulang kerahmatullah pada hari Jumat (29/11/2019) di Jakarta. Mendengar berita itu ketua DPRK aceh Barat menyampaikan duka dan doa bagi almarhum semoga husnul khatimah. ()

Penulis:Dani/As
Rubrik:Daerah

Komentar

Loading...