Gangguan Harimau Terjadi di Langkahan Aceh Utara, BKSDA Aceh Datangkan Pawang 

IMG-20191129-WA0147

Banda Aceh, Aacehportal.com - Tim Konservasi Wilayah I Lhokseumawe BKSDA Aceh mendapat laporan dari masyarakat tentang adanya dugaan harimau Sumatera yang turun ke pemukiman warga dan memangsa sejumlah ternak di kawasan Kecamatan Langkahan, Aceh Utara.

Menerima informasi itu, tim langsung menuju ke lapangan untuk melakukan pengecekan langsung. Alhasil, memang diketahui adanya gangguan harimau di lokasi yang dimaksud yang telah memangsa lima ekor sapi milik warga.

Kepala BKSDA Aceh, Agus Aryanto melalui Kasi Konservasi Wilayah I Lhokseumawe, Kamarudzaman mengatakan, tiga dari lima ekor sapi yang dimangsa oleh hewan bernama latin Panthera Tigris ssp. Sumatrae ini merupakan sapi milik warga bernama Mahmud. Sementara, dua ekor sapi lain yang dimangsa adalah milik Paimin dan Sukidi.

"Sebelumnya tim Resor KSDA 11 Aceh Utara telah melakukan pengecekan lokasi konflik yang pernah dilaporkan oleh masyarakat setempat pada tanggal 11 November 2019 lalu. Namun hasil dari respon konflik pada saat itu, masyarakat meminta untuk tidak dilakukan tindakan apapun terhadap satwa liar ini, mengingat lokasi konflik juga masih jauh dari lokasi gampong dengan jarak lebih kurang 4 hingga 5 kilometer," ujarnya Jumat (29/11/2019).

Petugas Resor KSDA 11 Aceh Utara bersama Babinsa Gampong Seureukey, Kepala Dusun Mihra Istimewa dengan dibantu masyarakat setempat telah melakukan pengecekan lokasi konflik harimau  di Gampong Seureuke, Kecamatan Langkahan, Aceh Utara.

Hasil dari pengecekan lokasi konflik tersebut, benar ditemukan adanya gangguan harimau sejak bulan September 2019 lalu. Harimau Sumatera ini kembali meresahkan masyarakat setempat dengan memangsa lima ekor sapi pada Rabu (27/11/2019) yang menyebabkan salah satu pemilik dari korban ternak mengungsi ke lokasi lain.

"Selain memangsa ternak sapi, satwa liar yang dilindungi ini juga menerkam 12 ekor ternak lainnya yang mengakibatkan luka-luka pada ternak tersebut," kata Kamarudzaman.

Masyarakat setempat pun berharap agar segera diturunkan pawang untuk melakukan upaya penghalauan terhadap harimau ini, karena satwa itu sudah berada di Dusun Mihra dan sudah meresahkan masyarakat setempat.

"Tim petugas juga melakukan koordinasi dengan beberapa pihak terkait dan memberikan imbauan kepada masyarakat agar tidak menempatkan ternaknya jauh dari area perkampungan serta mengimbau masyarakat agar dapat bekerjasama untuk melakukan ronda atau penjagaan saat malam hari, sementara menunggu kedatangan pawang harimau," jelasnya.

Harimau Sumatera (Panthera tigris ssp. sumatrae) merupakan salah satu jenis

satwa liar yang dilindungi berdasarkan Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor: P.106/Menlhk/Setjen/Kum.1/12/2018 tentang Perubahan Kedua atas Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor:

P.20/Menlhk/Setjen/Kum.1/6/2018 Tentang Jenis Tumbuhan dan Satwa Liar Yang dilindungi.

Berdasarkan IUCN, jenis satwa ini berstatus Kritis/critically endangered. Habitat yang makin menyempit dan terfragmentasi menjadi salah satu ancaman dari kelestarian satwa liar Harimau Sumatera ini.

Selain itu, tingkat perburuan menggunakan jerat serta perdagangan ilegal terhadap harimau juga menjadi ancaman terbesar dalam upaya pelesatrian spesies satwa kunci ini.

Kamarudzaman menambahkan, pihaknya mendatangkan pawang harimau yang berasal dari Aceh Barat untuk menangani konflik harimau ini.

"Sore tadi pawang sudah kita datangkan dari Meulaboh, Aceh Barat dan malam ini bermalam di Banda Aceh, Insya Allah besok pagi berangkat menuju Aceh Utara, semoga tidak ada halangan apa-apa, sore besok sudah tiba di Aceh Utara," tambahny

Penulis:Hafiz
Rubrik:Umum

Komentar

Loading...