PLTU Diminta Bertanggung Jawab Terkait Pencemaran Limbah Batubara di Bibir Pantai Aceh Barat

Acehportal.com

Meulaboh, Acehportal.com- Sejumlah Massa yang tergabung dalam Gerakan Mahasiswa dan Pemuda Peduli Lingkungan (GMPL) menggelar unjukrasa menuntut Perusahaan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Nagan Raya bertanggung jawab atas pencemaran batubara di sepanjang Pantai Desa Peunaga Pasie, Kecamatan Meureubo, Aceh Barat.

Aksi tersebut berlangsung di Simpang Pelor, depan kantor Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Aceh Barat, Kamis (28/11/2019). Para aksi itu juga membentangkan karton yang bertuliskan sejumlah tuntutan.

Kordinator aksi Fathur Rizqi kepada wartawan Kamis (28/11/2019) menyatakan, aksi tersebut dilakukan sebagai penyambung suara rakyat terhadap Legislatif dan Eksekutif DPRK Aceh Barat untuk menyurati pihak PLTU untuk mempertanggung jawabkan atas tercemarnya limbah batubara di pantai Penaga Pasie tersebut.

"Dampak limbah batubara dari PLTU Nagan Raya itu selama ini terus mencemari ke wilayah Aceh Barat,dan Kita ingin pencemaran ini segera diatasi oleh pihak yang bersangkutan, supaya pantai kami menjadi lingkungan yang bersih dan nyaman,"ujar Rizqi.

Dikatakannya, aksi itu dilakukan berdasarkan setelah hasil Uji Laboratorium yang dilakukan oleh pihak DLH bulan lalu serta pernyataan Wakil Ketua I Ramli SE, seperti yang dikabarkan salah satu media online dua hari lalu.

"Hasil uji Lab itu menyebutkan bahwa batubara yang tercemar di wilayah Desa Peunaga Pasie dengan kadar 3800.000, kadar itu juga yang membuktikan bukan batubara lokal melainkan batubara luar daerah," tambahnya.

Selain itu, sambungnya, aksi yang mereka lakukan hari ini, ada beberapa tuntutan yang harus dipenuhi, antara lain, pihak PLTU harus bertanggung jawab atas pencemaran batubara yang tercecer disepanjang pesisir pantai tersebut, dan PLTU harus menghentikan aktivitasnya sampai waktu yang ditentukan.

Selain itu, mereka juga meminta kepada legislatif dan eksekutif yang berada di Aceh Barat menindak dan mengevaluasikan kinerja dari pada PLTU tersebut.

"Jika tuntutan ini tidak bisa dipenuhi, maka kami yang tergabung sebagai mahasiswa dan pemuda peduli lingkungan akan turun kembali dan membawa massa yang lebih banyak lagi," pungkasnya. ()

Penulis:Dani/As
Rubrik:DaerahUmum

Komentar

Loading...