Keroyok Pemilik Warung, 6 Pemuda Ditangkap di Banda Aceh

IMG-20191128-WA0016

Banda Aceh, Acehportal.com - Sat Reskrim Polresta Banda Aceh mengamankan enam pemuda di Banda Aceh yang masih berstatus pelajar. Mereka ditangkap beberapa jam kemudian usai mengeroyok dua orang kakak beradik selaku pemilik warung kopi yang ada di Kecamatan Meuraxa, Banda Aceh, Selasa (19/11/2019) malam lalu.

Anehnya, pengeroyokan yang dilakukan para pemuda ini buntut dari permasalahan yang terjadi antara pemilik warung dengan pihak lain, meski masih merupakan 'teman ngumpul' keenam pelaku tersebut. Dapat dikatakan, mereka mengeroyok orang lain karena rasa solidaritas.

Kapolresta Banda Aceh, Kombes Pol Trisno Riyanto mengatakan, keenam pelaku pengeroyokan itu berinisial Y, KR, MN, SA serta MA dan DC yang diketahui masih berusia 15 hingga 17 tahun. Sementara, korbannya selaku pemilik warung kopi yakni Fitrah (25) serta abang kandungnya Ari Firdaus (28).

"Berawal dari cekcok antara pemilik warung dengan empat perempuan yakni AP, NF, AY dan TD di warung kopi itu. Mereka cekcok dengan korban Fitrah, kemudian Ari Firdaus menegur para perempuan itu," ujarnya saat konferensi pers di Mapolresta Banda Aceh, Rabu (27/11/2019) didampingi Kasat Reskrim, AKP M Taufiq.

Kapolresta menjelaskan, usai ditegur oleh Ari Firdaus, dua perempuan diantaranya kemudian pergi meninggalkan warung dan kembali bersama enam pemuda tersebut. Tak lama kemudian, para pelaku langsung melakukan penganiayaan atau pengeroyokan terhadap korban.

Tersangka MN, diketahui merangkul Ari Firdaus yang kemudian ditikam oleh tersangka Y menggunakan pisau di bagian paha sebelah kiri. Fitrah yang mengetahui hal ini hendak membantu abangnya dengan memukul pelaku lainnya. Namun, Fitrah pun ikut menjadi bulan-bulanan para pelaku.

"Warga setempat datang dan melerai, para pelaku kabur menuju warung kopi lainnya di kawasan Punge. Beberapa jam kemudian setelah dilaporkan akhirnya ditangkap," kata Trisno.

Dalam kasus ini, polisi mengamankan selembar celana panjang milik korban yang berlumuran darah usai ditikam pelaku. Selain itu, polisi juga mengamankan sebilah pisau lipat yang digunakan pelaku untuk menikam korban, termasuk hasil visum yang menunjukkan korban mengalami empat luka tusukan di bagian paha kiri.

"Para pelaku yang masih anak dibawah umur ini dijerat Pasal 170 ayat 2 ke 1 dan 2 Jo Pasal 351 ayat 1 Jo Pasal 55 ayat 1 ke 1 KUHP tentang Penganiayaan Secara Bersama-sama," jelas Kapolresta.

Saat ini, keenam pelaku pengeroyokan tersebut masih mendekam di sel Mapolresta Banda Aceh untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya dan terancam hukuman pidana enam tahun penjara.

Penulis:Hafiz
Rubrik:Hukum

Komentar

Loading...