Sat Reskrim Polresta Banda Aceh Tangkap Guru Kontrak Predator Anak

Kombes Pol Trisno Riyanto didampingi Kasat Reskrim, AKP M Taufiq serta Kasubbag Humas, Ipda Zulfikar dan Kanit PPA, Ipda Puti Rahmadiani saat konferensi pers di Mapolresta Banda Aceh, Rabu (27/11/2019).

BANDA ACEH, ACEHPORTAL.COM - Unit PPA Sat Reskrim Polresta Banda Aceh menangkap seorang oknum guru kontrak di salah satu sekolah dasar di Kecamatan Baiturrahman, Banda Aceh. Pasalnya, yang bersangkutan tega mencabuli enam orang siswinya sendiri berulang kali.

Kejadian ini pun terungkap pada Rabu (20/11/2019) kemarin setelah pihak keluarga dari salah satu korbannya melapor ke polisi. Tersangka berinisial SB (39), diketahui sebagai guru kontrak yang selama ini mengajar pelajaran Diniyah di sekolah tersebut.

Hal ini dikatakan Kapolresta Banda Aceh, Kombes Pol Trisno Riyanto didampingi Kasat Reskrim, AKP M Taufiq serta Kasubbag Humas, Ipda Zulfikar dan Kanit PPA, Ipda Puti Rahmadiani saat konferensi pers di Mapolresta Banda Aceh, Rabu (27/11/2019).

"Tersangka ditangkap atas pencabulan terhadap 6 siswi yang tak lain adalah muridnya, para korban umumnya berusia antara 8 hingga 12 tahun dan pencabulan itu dilakukan tersangka di ruang belajar serta kamar mandi sekolah," ujar Trisno.

Kapolresta menjelaskan, dalam menjalankan aksinya, SB membujuk rayu para korbannya dengan mengiming-imingi akan diberikan jajan. Namun, sebagian korban juga dicabuli pelaku dengan paksaan. Korban dicabuli saat ke kamar mandi dan di ruang belajar.

Salah satu kronologis kejadian, Trisno menceritakan, pada saat pelajaran bacaan dan hafalan kitab. Sekitar 20 menit pelajaran telah usai, tersangka SB duduk disamping salah satu korbannya dengan posisi bangku paling belakang.

"Lalu, SB menyuruh salah satu korban untuk membaca dan menghafal kitab dan pada saat itulah pelaku SB melakukan aksi jahatnya terhadap korban dengan cara menyingkap rok korban keatas, sehingga korban dengan leluasa merasa bagian tubuh korban," ungkapnya.

Tak hanya disitu saja, SB juga melepaskan celana dalam milik korban dan menyuruh korban untuk menyimpannya di dalam tas sambil berbisik ke telinga korban agar tak dilaporkan ke pihak keluarga tentang apa yang telah dilakukan.

"Korban diberi uang lima ribu rupiah, lalu pelaku memegang tangan korban dan melakukan aksinya, pelaku memegang bagian vital korban. Jangan bilang sama keluarga ya, nanti bapak kasih uang," jelas Trisno sembari menirukan ucapan SB saat konferensi pers tersebut.

Saat jam pelajaran telah berakhir, korban pun hendak ke kamar mandi. Namun, ternyata tersangka SB juga membututi korban. Setiba di kamar mandi, SB menggendong korban sambil mengatakan "Cuci dulu" dan membalikkan kembali pada korban "Besok lagi ya".

"Pelaku melakukan aksi jahatnya bukan pada hari itu saja, namun dilakukan pada hari yang berbeda, ini dilakukan pada saat berlangsungnya jam pelajaran," kata Trisno lagi.

Untuk penanganan para korban, menurut Kapolresta, pihaknya bekerja sama dengan pihak Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A). Para korban juga akan mendapatkan konseling dan pendampingan.

Polisi juga menyita barang bukti berupa sepasang seragam sekolah, selembar celana dalam anak warna hitam dan selembar uang pecahan senilai lima ribu. Selain itu, polisi juga menguatkan bukti dengan hasil visum dari dokter.

Tersangka SB, dijerat dengan Pasal 82 ayat 2 dan 3 UU RI Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak sebagaimana telah diubah dengan UU RI Nomor 35 Tahun 2014 dan UU RI Nomor 17 Tahun 2016 dengan ancaman selama 5 tahun kurungan penjara.

"Karena pelaku merupakan seorang pengayom dan pendidik, maka hukumannya ditambah dengan 1/3 dari hukuman pokok," tambah Kombes Pol Trisno Riyanto.

Penulis:Hafiz
Rubrik:Headline

Komentar

Loading...