Pantai Aceh Barat Diduga Tercemar Limbah Batubara Milik PLTU Nagan Raya

Wakil ketua DPRK Aceh Barat Ramli memegang sampel batubara yang mencemari pantai Peunaga Pasie Kecamatan Meurebo Aceh Barat.

Meulaboh, Acehportal.com - Wakil Ketua I Ramli SE, Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Aceh Barat meninjau lokasi pantai yang tercemar ceceran limbah batubara di sepanjang pesisir pantai Desa Peunaga Pasie dan Peunaga Rayeuk, Kecamatan Meurebo Aceh Barat pada Rabu (27/11/2019).

Menurut Ramli, batubara yang mencemari wilayah pantai itu diduga Milik Perusahaan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) kabupaten Nagan Raya, hal tersebut diketahui setelah di uji lab dengan DLHK pada bulan lalu bersama pihak PT Mifa Bersaudara serta melibatkan pihak pemerintah setempat.

"Kita mempunyai data hasil uji lab batubara yang dilakukan pada bulan lalu, dan data tersebut kini di DLHK terbukti hasil kalorinya 3800.000. mungkin kalau milik PT mifa 3000, jika dilihat kadar batubara tersebut bukan batubara lokal melainkan batubara luar daerah,"sebutnya.

Mengenai pembersihan kotoran limbah batu bara yang mengotori wilayah pantai itu sambungnya, pihak dewan menyarankan kepada pemerintah untuk melakukan tekanan terhadap perusahaan PLTU untuk tidak mengambil batubara dari luar daerah.

"Karena, jika batubara tersebut terus diambil dari luar ketika bongkar muat batubara tersebut, akan terus berjatuhan ke dasar laut. terus imbasnya itu dirasakan oleh warga Aceh Barat sekaligus mengotori wilayah pantai tersebut,"tambahnya

Selain itu lanjut Ramli, ceceran batubara itu juga ada kaitannya dengan terbaliknya kapal tongkang batubara milik perusahaan PLTU pada tahun Lalu, sehingga pencemaran ini terus terjadi jika sudah memasuki musim pasang air laut naik atau bisa dikatakan pencemaran musiman.

"Saya punya dokumen lengkap serta dengan video nya, ada dua tongkang batubara yang terbalik di tepi laut milik PLTU pada tahun lalu.

Supaya jelas titik terangnya, lanjut Ramli, pihak DPRK pada Senin (2/12/2019) kedua belah pihak perusahaan pertambangan PLTU dan PT Mifa Bersaudara akan dipanggil guna memperjelaskan terkait pencemaran limbah batubara tersebut.

"Apabila pihak perusahaan pertambangan tidak memenuhi undangan itu maka kita akan jemput mereka secara paksaan, mengingat pencemaran limbah batubara itu sudah sangat lama mencemari wilayah pantai disekitar tersebut,"pungkasnya.

Penulis:Dani
Rubrik:Daerah

Komentar

Loading...