Ayo ke Pulau Rubiah Sabang Lihat Dolphin dan Ikan Nemo

Famtrip melihat Dolphine

SABANG, ACEHPORTAL.COM - Sabang atau lebih dikenal Pulau Weh adalah sebuah kota di ujung paling barat Indonesia yang memiliki pesona keindahan pantai dan alam bawah lautnya.

Selain destinasi wisata pantai, Sabang juga menyimpan sejumlah kawasan bersejerah seperi benteng Jepang, terowongan dan bunker Jepang dan benda-benda peninggalan Perang Dunia ke-II yang kini masih terjaga.

Kita tinggalkan sejenak wisata sejarah di Sabang, sekarang kita jalan jalan dan menyelam dulu ke sebuah pulau kecil yang bernama Pulau Rubiah tepatnya berada di sebelah utara laut Kota Sabang atau lebih dekat kita menyeberang dari pantai Iboih.

Untuk menuju ke sana kita harus menyeberang dengan sebuah boat yang sudah disediakan di pantai Iboih, cuma membutuhkan waktu tidak sampai lima menit kita sudah sampai di pulau Rubiah.

Nah di Pulau Rubiah ini kita bisa menikmati keindahan biota laut dan terumbu karang dengan menyelam menggunakan peralatan snorkeling yang sudah disediakan di Pulau tersebut. Sungguh sangat memukau pemandangan bawah lautnya, kita akan disuguhkan dengan beraneka ragam jenis ikan hias seolah akan menyapa kita di dalam air yang sangat biru.

Nah di Rubiah ini kita juga akan melihat ikan Nemo atau yang biasa disebut sebagai dengan ikan badut atau ikan giru, ikan ini bisa dibilang langka karena sangat jarang ditemukan di pantai wisata lain.

Ikan badut atau biasa disebut dengan ikan Clown/nemo banyak digemari masyarakat terutama dikalangan anak-anak, lantaran karakter ikan badut dalam film yang berjudul "Finding Nemo" sangat menarik dan perkasa sehingga kini ikan badut menjadi ikan hias laut yang sangat populer dimasyarakat.

Ikan badut merupakan ikan hias air laut yang berwarna oranye cerah, dengan tiga garis putih pada tubuhnya. Tiga garis putih pada ikan badut terdapat pada bagian pada bagian kepala, tengah-tengah badan, dan pangkal ekor.

Sudah puas dengan ikan Nemo, kita bisa memanjakan mata melihat sekumpulan ikan lumba-lumba atau dolphin di dekat Pulau Rubiah, tetapi waktu melihatnya sangat singkat. Untuk melihat sekumpulan ikan lumba-lumba tersebut kita bisa menggunakan agen travel Gadeng Wisata (081377103347) atau boat nelayan wisata di Iboih, ya... pasti ada tarifnya, tapi tidak sampai bikin kantong jebol.

Jadwal ikan lumba lumba ini biasanya akan terlihat sekitar pukul 7.00 wib pagi hingga pukul 08.00 Wib. Jadi jika ingin melihat ikan ini kita harus bersedia bangun subuh, karena perjalanan menuju ke kawasan ikan Dolphin berjarak sekitar 20-30 menit dari pelabuhan Kota bawah Sabang.

Menurut Irwan pemilik Gadeng Wisata yang juga ikut berlayar bersama kami, "Dolphine akan muncul ketika kapal kita sudah sampai diwilayahnya tetapi kalau sudah siang dia sudah berpindah ke perairan lain, jadi sangat singkat waktunya terlambat sedikit kita kehilangan momen,". terang Irwan.

Sambil berlayar kita pasti akan melihat disekeliling laut dengan perasaan tidak sabar menanti datangnya si ikan cerdik ini. Perjalanan sudah memakan waktu 20 menit, akhirnya sekumpulan ikan Dolphin muncul ke permukaan dan mengikuti arah kapal kami sambil memperlihatkan tubuhnya ke atas permukaan laut, suaranya yang khas itu seolah ikan ini ingin bercengkrama dengan penumpang di kapal.

Dolphine atau lumba-lumba terus bermain-main di permukaan sambil mengikuti arah kapal berlayar, namun sayang kami tidak bisa berlama lama bermain dengan dolphine karena sekumpulan ikan ini harus hijrah ke tempat lain. Namun momen tersebut bisa membayar lelah kami selama perjalanan.

Bagi yang ingin melihat pesona destinasi wisata laut dan keanekaragaman hayati biota laut yang lengkap mari berlibur ke Sabang atau dikenal Pulau Weh pasti anda akan ketagihan untuk kembali.

Peserta Famtrip Konsulat Jenderal Republik Indonesia Johor Bahru, Malaysia yang berasal dari pengusaha, agen travel, pelaku industri wisata mengagumi keindahan wisata bahari yang ada di Pulau Sabang, Provinsi Aceh.

"Sabang memiliki pemandangan bawah laut yang sangat luar biasa dan ini merupakan modal besar yang harus dimanfaatkan untuk mendatangkan banyak wisatawan untuk berkunjung ke sini," kata General Manager Klana Resort Seremban, Negeri Sembilan, Malaysia, Yazid Mustaffa di Sabang.

Ia menjelaskan Sabang khususnya Pulau Rubiah yang menjadi salah satu tujuan rombongan untuk menikmati pesona bawah laut merupakan daerah yang sangat alami dan memiliki pemandangan yang sangat menarik serta nyaman.

"Saya baru pertama kali datang ke Sabang dan rupanya di daerah ini memiliki kawasan wisata yang sangat menarik dan sangat layak untuk dikunjungi oleh wisatawan mancanegara," katanya.

Ia juga berpesan agar Pemerintah Aceh dan juga Pemerintah Kota Sabang untuk terus meningkatkan sarana dan prasarana pendukung dalam mengoptimalkan potensi sektor pariwisata yang ada di kota setempat.

Hal senada juga disampaikan oleh Anthony Hartawan peserta Famtrip lainnya yang juga berasal dari kalangan pengusaha. Ia mengatakan Sabang memiliki wisata bawah laut yang sangat menarik dan indah.

Selama berada di Sabang, Famtrip yang dipimpin langsung Pelaksana Fungsi Ekonomi Konsulat Jenderal RI Johor Bahru, Malaysia, Zainul Idris Yunus berkesempatan menikmati dolphin trip, snorkeling dan diving di Pulau Rubiah, kilometer nol dan Gua Sarang.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Aceh, Jamaluddin mengatakan Famtrip Konsulat Jenderal Republik Indonesia Johor Bahru ke Banda Aceh-Sabang merupakan upaya mempromosikan pariwisata yang ada di Tanah Air.

"Famtrip ini juga merupakan bagian dari kunjungan balasan dari kegiatan yang diikuti Disbudpar Aceh ke Johor Bahru dan hari ini Alhamdulillah membawa rombongan ke Aceh," katanya.

Kepala Bidang Pemasaran Rahmadhani kehadiran Famtrip dari KJRI Johor Bahru akan memberikan dampak positif untuk Pariwisata Aceh karena dalam rombongan tersebut selain hadir pengusaha juga para agen travel serta awak media.

"Mereka yang hadir ini beragam kalangan baik pengusaha, travel agen dan media," katanya

Ia berharap sepulangnya dari Aceh mereka dapat menceritakan dan juga membuat paket liburan ke Aceh termasuk Sabang, sehingga nantinya akan banyak wisatawan asal Negeri jiran akan malancong ke provinsi ujung paling barat Indonesia itu

"Malaysia menjadi pasar utama untuk sektor pariwisata Aceh dan melalui kegiatan ini nanitnya dapat meningkatkan kunjungan ke Aceh," katanya.

Komentar

Loading...