Diisukan Cambuk Bagi Pemain Game PUBG dan Sejenisnya, Ini Penjelasan MPU Aceh

BANDA ACEH, ACEHPORTAL.COM - Beberapa hari ini, isu fatwa haram memainkan game survival seperti PUBG, Freefire dan sejenisnya terus berkembang. Bahkan, di sejumlah media pun telah tersebar tentang adanya cambuk sebagai hukuman bagi pelanggar fatwa haram game tersebut.

Pihak Majelis Perwakilan Ulama (MPU) Aceh pun kembali memberikan penjelasan yang disampaikan Wakil Ketua MPU Aceh, Tgk Faisal Ali. Menindaklanjuti fatwa tersebut, menurutnya hal itu merupakan hak pihak eksekutif, hak pemerintah.

"Itukan harus diatur. Apakah dimasukkan dalam Qanun Jinayah, bukan tidak setuju dengan cambuk, tapi kita harus dulu melakukan upaya-upaya persuasif kepada masyarakat kita, bimbingan-bimbingan dan arahan-arahan untuk memberikan penjelasan. Nanti pada suatu saat apakah dibuat qanun misalnya," ujarnya.

Menurut Faisal Ali, untuk tahap awal ini langkah yang harus dilakukan berupa sosialisasi fatwa dan melakukan langkah-langkah persuasif lainnya terlebih dahulu.

"Mungkin untuk memberikan hukuman perlu kajian lagi dan membentuk dasar hukum, saya kira tidak perlu dulu ke cambuk, tapi berikan pandangan-pandangan persuasif kepada adik-adik atau pemain game," katanya.

Tidak mesti semua yang telah difatwakan haram itu, sambung dia, bisa langsung disambut masyarakat. Oleh karenanya, maka harus dilakukan langkah persuasif karena ada masyarakat yang terkadang awam terhadap hukum.

"Makanya perlu sosialisasi dulu yang memadai kepada semua lapisan masyarakat. Kalau sudah lama sosialisasi tapi ada masyarakat yang tidak patuh, maka pemerintah bisa menggunakan fatwa haram ini sebagai dasar untuk membentuk produk hukum yang mengatur soal hukuman," tambahnya.

Penulis:Hafiz
Rubrik:Hukum

Komentar

Loading...