Suguhan Adat dan Budaya Kepada Yachter Dunia di Ivent SMF 2019

Wisatawan hadiri Sbang Marine Festival 2019

SABANG, ACEHPORTAL.COM - Plt Kepala BPKS Sabang Razuardi mengatakan,
Sabang Marine Festival yang berlangsung di Sabang, saat ini sudah ada 23 yachts yang berasal dari sepuluh negara masing-masing Belanda , Malaysia, Australia, Francis, Alaska, Kanada, Inggris, USA, Jerman dan Belgia.

"Sebagian juga masih dalam   perjalanan menuju ke Sabang untuk ambil bagian dalam Sabang Marine Festival 2019 yang diselenggarakan di pulau paling Barat Indonesia ini," katanya.

Razuardi menambahkan, festival itu merupakan agenda rutin yang dilaksanakan untuk menguatkan segitiga emas, Sabang-Phuket-Langkawi (Sapula). Serta menjadikan Sabang sebagai tempat persinggahan yacht dunia yang melintas selat malaka.

Ia menyebutkan saat ini hasilnya mulai tampak, karena sejak bulan terakhir saja ada sejumlah yacht yang berlabuh ke Sabang meskipun tidak ada event yang diselenggarakan. Sehingga ke depan BPKS ingin menarik lebih banyak yacht lagi singgah di Dermaga Sabang.

Melalui festival itu, pemerintah Aceh ingin memperkenalkan potensi wisata bahari, sejarah, dan budaya Sabang. Nanti para awak yacht akan dibawa ke sejumlah objek wisata bahari dan desa wisata, serta wisata sejarah ke Banda Aceh.

SMF tahun ini, juga menghadirkan ragam kebudayaan lokal kepada wisatawan asing. Tujuannya, agar para turis merasakan pengalaman yang berbeda dan berinteraksi langsung dengan budaya lokal yang ada di Sabang dan Banda Aceh.

“Tahun ini kita akan perkenalkan budaya kepada para tamu lewat adanya desa wisata, yakni Jaboi, Aneuk Laot, dan Krueng Raya. Di desa tersebut nantinya para yachter ini akan belajar lokal,” katanya.

Berbagai rangkaian acara akan digelar untuk menyambut para yachter di Sabang. Di Desa Jaboi misalnya. Di desa ini, para turis akan melihat langsung cara membuat ikan kayu, membuat kopra dengan mengukur kelapa, hingga mengikuti pertandingan rakyat.

Di Desa Aneuk Laot, mereka akan disuguhkan cara membuat kue tradisional dan atraksi budaya. Sedangkan di Desa Krueng Raya, akan diperlihatkan proses pembuatan ikan asin serta dijadwalkan makan siang bersama masyarakat. Semuanya dikemas sebagai kolaborasi halal tourism di Banda Aceh dan bahari tourism.

Penulis:Rol
Rubrik:Pariwisata

Komentar

Loading...