PPS dan Panwas Gampong Punge Jurong Tangkap 4 Pencoblos Ilegal asal Aceh Utara

(PPS) dan Panitia Pengawas (Panwas) Gampong Punge Jurong, Kecamatan Meuraxa, Banda Aceh menangkap empat orang warga asal Aceh Utara di TPS 4 gampong

BANDA ACEH, ACEHPORTAL.COM - Pihak Panitia Pemungutan Suara (PPS) dan Panitia Pengawas (Panwas) Gampong Punge Jurong, Kecamatan Meuraxa, Banda Aceh menangkap empat orang warga asal Aceh Utara di TPS 4 gampong setempat.

Pasalnya, mereka melakukan pencoblosan secara tidak sah yang bukan di wilayah asalnya dan tidak masuk dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT). Mereka datang dengan membawa undangan ke TPS setempat dan mengaku diberikan izin memilih oleh Kepala Lorong bernama Zein.

Salah satu warga yang ditangkap bernama Azhari mengaku, mereka diberikan undangan serta uang tunai senilai Rp 50 ribu pe orang untuk mencoblos salah satu Caleg DPRK nomor urut 2 dari Partai Demokrat atas nama Usman Abon.

Menurut informasi lain yang diperoleh, selain itu mereka juga diperintahkan untuk memilih pasangan calon presiden dan calon wakil presiden nomor urut 02 yakni Prabowo Subianto dan Sandiaga Salahudin Uno.

Koordinator Gakkumdu Banda Aceh, M Yusuf Al Qardhawy saat dikonfirmasi mengatakan, pihaknya memang menerima informasi tersebut. Menurut informasi yang diterima, keempat warga yang ditangkap terdiri dari seorang warga Lhokseumawe dan tiga lainnya warga Aceh Utara.

"Mereka datang membawa undangan atas nama orang lain. Ada warga dan pengawas disitu yang tidak kenal dengan mereka, setelah diperiksa KTP dan lainnya diketahui bahwa mereka bukan warga disitu," ujarnya Rabu (17/4/2019).

Keempat warga itu pun kemudian diamankan di kantor keuchik gampong setempat. Pihak Gakkumdu yang berasal dari sejumlah instansi seperti Kejaksaan, Polri dan Bawaslu pun datang ke lokasi yang kemudian diamankan ke Sekretariat Gakkumdu Banda Aceh.

Penyidik Gakkumdu, Ipda M Hadimas mengatakan, keempat warga luar Banda Aceh itu diamankan atas dugaan pelanggaran yang dilakukan. Hingga kini, keempat warga pencoblos ilegal itu pun masih diperiksa lebih lanjut oleh pihak terkait.

"Hari ini masih kita periksa, tentukan pasal dan akan kita klarifikasi, dari situlah nanti akan terungkap semua kebenarannya seperti apa," kata Hadimas.

Sementara, Kasi Intel Kejari Banda Aceh, Baginda yang juga merupakan tim Gakkumdu mengatakan, kasus ini pun masih dalam penelaahan pihak Panwaslih. Setelah ditelaah nantinya jika terbukti adanya pelanggaran, kasus ini masuk ke dalam resigtel Gakkumdu.

"Setelah itu tim Gakkumdu nanti akan melakukan tahap pertama yang mana disitu akan ditentukan pasal atas pelanggaran yang dilakukan. Saat ini mereka masih diamankan di Sentra Gakkumdu," tambahnya.

Penulis:Hafiz
Rubrik:Headline

Komentar

Loading...