Bupati Aceh Besar bersama Kepala BNNP Aceh Resmikan Rumah Rehabilitasi Napza

Kepala BNNP Aceh, Brigjen Pol Faisal Abdul Naser bersama Bupati Aceh Besar, Mawardi Ali meresmikan Rumoh Hijrah-Pusat Rehabilitasi Napza yang berada di Gampong Lampineung, Kecamatan Baitussalam, Aceh Besar

BANDA ACEH, ACEHPORTAL.COM - Kepala BNNP Aceh, Brigjen Pol Faisal Abdul Naser bersama Bupati Aceh Besar, Mawardi Ali meresmikan Rumoh Hijrah-Pusat Rehabilitasi Napza yang berada di Gampong Lampineung, Kecamatan Baitussalam, Aceh Besar.

Dalam kesempatan itu turut hadir nggota DPRA Sulaiman Ali, Anggota DPRK Aceh Besar Zulfikar Aziz dan IZamzami, Kabid Rehabilitasi BNNP Aceh, Sayuti beserta sejumlah pihak terkait lainnya.

Dalam sambutannya, Bupati Aceh Besar mengatakan, kondisi Aceh saat ini mengalami musibah besar yaitu musibah narkoba yang lebih dahsyat dari musibah tsunami. "Tsunami Aceh yang lalu sangat berat, namun musibah narkoba saat ini jauh lebih berat lagi," katanya.

Menurutnya, dari sisi sosial banyak terjadi kriminalitas dimana-mana, dari sisi kesehatan narkoba dapat merusakkan luar dan dalam bahkan hingga mengalami gangguan jiwa. Sementara sari sisi agama, telah melanggar aturan agama yang jelas-jelas melarang penyalahgunaan narkoba.

"Narkoba ini musuh negara, musih agama, musuh gampoeng, dan musuh masyarakat. Sebagaimana yang dikatakan Kepala BNNP Aceh, rumah rehabilitasi ini merupakan yang pertama di Aceh yang dikelola oleh Puskesmas dan Pemerintah Gampong yang bekerjasama langsung dengan BNNP Aceh," ungkapnya.

Untuk itu, dirinya memohon kepada tokoh masyarakat, tokoh agama, para pemuda dan masyarakat lainnya agar menjaga generasi ini dari penyalahguna narkoba.

"Jangan sampai kita meninggalkan generasi narkoba. Mudah-mudahan dengan kehadiran rumah rehabilitasi napza ini dapat bermanfaat bagi masyarakat, mari kita gunakan untuk memberantas narkoba di daerah kita," tambahnya.

Sementara, Brigjen Pol Faisal Abdul Naser mengatakan penyalahguna narkoba di Aceh masih sangat banyak hingga menembus 63 ribu lebih penyalahguna. "Sementara di Aceh sampai saat ini belum memiliki Balai Rehabilitasi," ungkapnya.

Hal ini sungguh sangat ironis. Menurutnya, sudah saatnya Aceh memiliki Balai Rehabilitasi sendiri yang akan digunakan untuk merehabilitasi generasi Aceh khususnya dan dari daerah lain yang sudah terlanjur menjadi penyalahguna narkoba.

"Dengan adanya Rumah Rehabilitasi Napza ini, semoga dapat meningkatkan upaya rehabilitasi sampai ke pelosok gampong. Penanganan permasalahan penyalahgunaan narkoba tidak hanya cukup dengan pemberantasan saja, upaya pencegahan dan rehabilitasi ini sangat penting. Lembaga Pemasyarakatan saat ini paling banyak dihuni oleh narapidana dengan kasus narkoba," ungkapnya.

Faisal juga menjelaskan mengenai program Desa (Gampong) Bersinar yang merupakan salah satu Program BNN bersama Kementerian Dalam Negeri dalam upaya P4GN.

"Saya mengajak kapada perangkat gampong dan seluruh masyarakat Gampong Lampineung Kecamatan Baitussalam ini untuk sama-sama kita wujudkan Gampong Lampineung ini menjadi Gampong Bersinar," ajaknya seraya menyampaikan kepada bupati untuk dapat mendukung sepenuhnya program Gampong Bersinar itu.

"Kita mohon juga dukungan dari Bapak Bupati untuk kita jadikan Gampong ini menjadi Gampong Bersinar," tambahnya.

Diacara itu, dilakukan juga Penandatanganan Komitmen Bersama mengenai kesiapan dalam mendukung pelayanan Rehabilitasi Napza di Kecamatan Baitussalam yang turut ditandatangani oleh Kepala BNNP Aceh, Bupati Aceh Besar, Anggota DPRA, Anggota DPRK Aceh Besar dan Muspika Kecamatan Baitussalam serta para tokoh.

Penulis:Hafiz
Rubrik:Daerah

Komentar

Loading...