Maret, 77 Ton Lebih Hasil Perikanan Keluar dari Simeulue

Kepala BKIPM Aceh, Diky Agung Setiawan

BANDA ACEH, ACEHPORTAL.COM - Pada bulan Maret, sebanyak 77 ton lebih hasil perikanan keluar dari Pulau Simeulue yang nilai produknya mencapai Rp 4,4 miliar lebih. Hal ini dikatakan Kepala BKIPM Aceh, Diky Agung Setiawan saat ditemui di ruang kerjanya, Rabu (3/4/2019).

Diky mengatakan, seluruh hasil perikanan ini dikirim ke wilayah lain seperti Medan, Lampung, Padang, Pekanbaru hingga ke Jakarta setelah dilakukan sertifikasi oleh petugas karantina ikan BKIPM Aceh Wilayah Kerja Simeulue.

"Untuk komoditas yang dikirim keluar ini jenis tongkol, lobster, kerapu, gurita, teripang dan ikan bayam," ujarnya.

Sementara, pada bulan Februari lalu jumlah hasil perikanan yang dikirim keluar dari Simeulue sebanyak 55 ton yang jumlah produknya mencapai Rp 2,21 miliar lebih dengan jenis ikan yang hampir sama.

"Pendapatan Negara Bukan Pajak (PNBP) yang diperoleh pada Februari lalu untuk hasil perikanan yang keluar dari Simeulue berjumlah Rp 819 ribu lebih, sementara pada Maret berjumlah Rp 1,2 juta lebih," ungkapnya.

Diky pun mengungkapkan, untuk jenis lobster asal Simeulue yang selama ini dikirim keluar daerah pun selalu memenuhi syarat yang telah ditentukan yakni lobster yang berukuran diatas 200 gram dan tidak dalam keadaan bertelur.

Seperti diketahui, hasil perikanan seperti lobster, kepiting dan ranjungan telah ditetapkan dalam ketentuan dapat dikirim dan diekspor keluar daerah jika ukurannya diatas 200 gram dan tidak dalam keadaan bertelur.

"Selama ini lobster yang keluar dari Simeulue selalu memenuhi syarat. Masyarakat atau pelaku usaha yang mengajukan untuk mengeluarkan lobster selalu kita awasi dan kita periksa sebelum disertifikasi dan dikirimkan," jelas Diky.

Diky menyampaikan bahwa PNBP Stasiun KIPM Aceh tahun 2019 diberi target oleh BKIPM Pusat sebesar Rp 50 juta. Ternyata, di bulan ketiga target tersebut telah terlampaui dimana pada bulan maret PNBP Stasiun KIPM Aceh sudah mencapaia Rp 74 juta lebih.

"Alhamdulillah terhitung Maret ini PNBP kita melebihi target," katanya.

Untuk diketahui, selain dari Simeulue, hasil perikanan yang keluar dari wilayah Langsa mencapai 924 ton dan dari wilayah Lampulo, Banda Aceh mencapai 1.386 ton pada bulan Maret 2019.

"Jadi total hasil perikanan yang keluar dari ketiga wilayah ini berjumlah 2.388 ton lebih," tambah Diky.

Banyaknya volume komoditi hasil perikanan Aceh yang dilalulintaskan keluar Aceh dan telah disertifikasi oleh Stasiun KIPM Aceh beserta wilayah kerjanya, menunjukan kesadaran pelaku usaha perikanan Aceh terhadap jaminan keamanan pangan dari produksi perikanan semakin meningkat.

"Yang diimbangi oleh pelayanan sertifikasi produk perikanan oleh Stasiun KIPM Aceh semakin baik terutama melalui pembukaan wilayah kerja di Lampulo dan Langsa tahun 2018 lalu," tutupnya.

Penulis:Hafiz
Rubrik:News

Komentar

Loading...