Ketua Panitia UN Aceh Monitoring UNBK di Kabupaten Aceh Jaya

Ketua panitia Ujian Nasional, Zulkifli bersama Asisten Bidang Pemerintahan dan Keistimewaan Setda Aceh, M.Jafar melakukan monitoring pelaksanaan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) di wilayah Barat Aceh.

ACEH JAYA, ACEHPORTAL.COM - Ketua panitia Ujian Nasional, Zulkifli bersama Asisten Bidang Pemerintahan dan Keistimewaan Setda Aceh, M.Jafar melakukan monitoring pelaksanaan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) di wilayah Barat Aceh.

Adapun sekolah yang menjadi sasaran monitoring yaitu MAS Lamno dan SMAN 1 Calang, Kabupaten Aceh Jaya.

Ketua Panitia Ujian Nasional Aceh, Zulkifli menyebutkan monitoring dilakukan guna melihat pelaksanaan UNBK SMA/MA yang dilaksanakan mulai 1 sampai 8 April 2019.

"Dari hasil pemantauan kita di sejumlah sekolah terutama di wilayah Barat berlangsung tertib dan lancar, tidak ada kendala apapun," kata Zulkifli, Selasa (2/4).

Ia juga menyebutkan pelaksanaan UNBK di dua sekolah tersebut di bagi tiga sesi, hal ini kurangnya fasilitas perangkat komputer yang dimiliki oleh sekolah tersebut.

"Jumlah siswanya banyak sehingga harus bergantian menggunakan perangkat komputer saat ujian," ujarnya.

Selain itu, lanjut Zulkifli pihaknya memberikan apresiasi kepada para wali murid dan guru telah meminjamkan laptop pribadinya untuk digunakan siswa dalam rangka mengikuti UNBK.

"Dukungan masyarakat dan seluruh komponen sangat penting untuk kesuksesan pelaksanaan UNBK ini," kata Zulkifli.

Kabid Pembinaan SMA dan PKLK Disdik Aceh itu juga menyampaikan tingkat kelulusan siswa tidak tergantung pada seberapa nilai yang didapatkan siswa pada ujian nasional.

"Karena berapa pun nilai yang didapat oleh siswa yang ikut ujian nasional tidak akan mempengaruhi kelulusannya, UNBK ini dilaksanakan untuk pemetaan ketercapaian kurikulum secara nasional," jelasnya.

Yang berhak meluluskan siswa, kata Zulkifli, adalah guru dan kepala sekolah yang melakukan penilaian terhadap keseharian siswa tersebut pada satuan pendidikan masing-masing.

"Ujian Nasional wajib diikuti oleh setiap siswa karena seandainya mereka tidak bisa mengikuti karena berhalangan serta tidak mengikuti ujian susulan, maka yang bersangkutan juga tidak memenuhi salah satu syarat untuk kelulusan," sebutnya.

Zulkifli juga menjelaskan meski ada sekolah di Aceh yang sempat mengalami gangguan server, namun kendala tersebut tidak berlangsung lama, hingga sore seluruh sekolah di Aceh telah selesai melaksanakan UNBK secara lancar dan tepat waktu.

"UN tingkat SMA/MA dan sederajat berlangsung selama empat hari, yakni 1, 2, 4, dan 8 April 2019. Di Aceh, ujian nasional diselenggarakan di 758 sekolah dengan jumlah peserta 57.947 orang yang tersebar di 23 kabupaten/kota," ungkapnya.

Sementara, Asisten Bidang Pemerintahan dan Keistimewaan Setda Aceh, M. Djafar menyampaikan kendala-kendala yang ditemukan selama monitoring akan menjadi bahan masukan pemerintah Aceh kedepan.

"Mungkin kedepan yang menjadi masukan kepada kita adalah terkait pengadaan peralatan komputer bagi sekolah-sekolah," ujarnya.

Meski demikian, Dia menyampaikan pada hari kedua pelaksanaan ini tidak ada kendala apapun baik jaringan internet serta tidak adanya pemadaman listrik selama UNBK digelar.

"Untuk Ujian Nasional tahun ini secara kelulusan kita berharap bisa seratus persen di Aceh dan khususnya di Aceh Jaya ini," harapnya.

Kegiatan monitoring UNBK wilayah Barat Aceh juga dihadiri Kakanwil Kemenag Aceh, Daud Pakeh, Karo Isra Pemerintah Aceh, Zahrol Fajri serta Staf Ahli Gubernur Bidang Keistimewaan Aceh, SDM dan Hubungan Kerjasama, Iskandar.

Komentar

Loading...