Polisi Tangkap Komplotan Pembobol Toko Kelontong Antar Kabupaten di Aceh

Hasil jarahan toko

BANDA ACEH, ACEHPORTAL.COM - Sat Reskrim Polres Bireuen menangkap komplotan pembobol toko kelontong, Senin (1/4/2019) kemarin. Para pelaku ini diketahui merupakan residivis kasus yang sama yang selama ini kerap bermain di antar kabupaten atau kota di Aceh.

Kapolres Bireuen, AKBP Gugun Hardi Gunawan melalui Kasat Reskrim, Iptu Eko Rendi Oktama mengatakan, keempat pelaku ditangkap di kawasan Kecamatan Ronga-ronga, Bener Meriah setelah pihaknya melakukan serangkaian penyelidikan atas laporan yang dibuat korbannya.

"Korban bernama Misran (39), pedagang sekaligus pemilik toko kelontong di kawasan Kecamatan Kota Juang, Bireuen. Toko korban dibobol pada 31 Maret lalu," ujarnya Selasa (2/4/2019) sore.

Kasat menjelaskan, para pelaku yang ditangkap yakni RS (56) dan MA (22) yang merupakan warga Kecamatan Peureulak, Aceh Timur serta MT (30), warga Kecamatan Meurah Mulia, Aceh Utara dan MZ (38), warga Kecamatan Peudada, Bireuen.

"Saat itu para pelaku datang menggunakan sebuah minibis Toyota Avanza yang kemudian langsung membobol toko korban dengan cara membongkar gembok," ungkapnya.

Para pelaku mengambil sejumlah barang yang sebagian besarnya adalah rokok dengan berbagai jenis seperti rokok GG Mos 22 slop, Mustika 40 slop, Marcopolo 15 slop, Gudang Garam GP 10 slop, Dunhill 5 slop, Gudang Garam Hijau 20 slop, Chip 10 slop dan Panama 10 slop.

"Korban mengetahui tokonya dibobol pagi hari saat hendak membuka toko yang mana diketahui pintu toko dalam keadaan sudah terbuka dan barang yang ada di toko berantakan. Korban merugi hingga Rp 8 juta," jelas Kasat.

Dari laporan korban, polisi langsung melakukan penyelidikan dengan dibantu rekaman CCTV yang merekam aksi para pelaku saat itu. Setelah melakukan profiling, para pelaku pun akhirnya ditangkap.

"Dua orang diantaranya terpaksa dilumpuhkan dengan timah panas karena melawan petugas. Saat ini para pelaku masih kita proses lebih lanjut," tambah Iptu Eko Rendi Oktama.

Penulis:Hafiz
Rubrik:Hukum

Komentar

Loading...