Lomba Masak Kuah Beulangong di Khanduri Laot Festival 2019 Dipadati Pengunjung

Foto: Acehportal.com

Banda Aceh - Ribuan warga beserta wisatawan di Sabang memadati lomba masak kuah beulangong yang merupakan rangkaian even Khanduri Laot Festival 2019 yang dilaksanakan di Jalan Diponegoro, Sabang, Minggu (31/2/2019) kemarin.

Pantauan di lokasi, para wisatawan asing dari berbagai negara pun turut memuji salah satu masakan khas tradisional Aceh tersebut. Sejak awal, para wisatawan ini sudah menunggu dan ingin mencicipi masakan. Mereka pun ikut mencoba memasak.

Wisatawan asal Swiss, Giant Costa saat mencicipi kuah beulangong pun langsung mengangkat jempolnya kepada warga sembari berkata "Mangat That" yang dalam bahasa Aceh berarti enak sekali. "Kuah beulangong mangat that. Ini kari yang cukup enak, bumbunya terasa sekali," ujar Costa.

Bersama rekannya, Costa sejak pagi mengantre dan penasaran untuk bisa mencicipi makanan ini. Menurutnya, Aceh memiliki makanan yang enak dan lezat. Apalagi, ia takjub dengan ramainya orang yang mengantri dengan tertib untuk bisa makan kuah beulangong di Sabang.

"Ini penuh dengan orang, hebat. Ini bisa memancing pelancong lain untuk datang ke Sabang," ungkap Costa.

Seluruh peserta lomba berjejer di sepanjang jalan dengan menyertakan perlengkapan masak, dan berbagai bahan yang akan dijadikan menu masak mereka.

Seperti diketahui, kuah Beulangong merupakan salah satu masakan khas tradisional yang harus dilestarikan yang biasanya sering dimasak pada acara kanduri besar, khususnya di Aceh seperti acara pesta perkawinan, kenduri maulid, kenduri blang, kanduri laot dan kanduri lainnya.

Olahan daging sapi atau kambing yang diracik dengan bumbu khas Aceh ini, rasanya memang meggoyang lidah. Dagingnya yang empuk dan rasa karinya yang nikmat, membuat siapa saja yang mencicipinya bakal ketagihan.

Tak hanya itu, mencicipi kuah beulangong di festival itu juga disajikan dengan panorama alam yang indah. Bentangan laut dan bukit menambah kesan eksotisnya Sabang.

Kegiatan ini diikuti sebanyak 75 peserta yang terdiri dari rumah makan yang cukup terkenal dari seluruh Aceh, dan sekitar 76 kuali besar kuah beulangong yang dimasak secara bersamaan.

Hidangan itu khusus diberikan pada wisatawan di Sabang. Pengunjung yang hadir juga disediakan nasi dan aneka kuliner lainnya dengan gratis.

Walikota Sabang Nazaruddin mengatakan, pihaknya ingin melestarikan masakan yang sudah melegenda ini. Tentunya, ingin memanjakan lidah wisatawan yang sedang berkunjung ke Sabang.

"Kita juga ingin kegiatan ini sebagai upaya kita dalam melestarikan masakan tradisional Aceh, serta memperkenalkan masakan kuah beulangong kepada wisatawan lokal dan wisatawan mancanegara yang berkunjung ke Sabang," jelasnya.(hfz/hfz)

Komentar

Loading...