Dandim 0106/Ateng Sampaikan Materi Partisipasi TNI dan Masyarakat dalam Karhutla

Takengon - Dandim 0106/Ateng-BM Letkol Inf Hendry Widodo menyampaikan materi tentang partisipasi TNI dan masyarakat dalam Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla ) yang bertempat di Hotel Bayu Hill Jln. Lebe Kader Kp. Blang Kolak I Kec. Bebesen Kab. Aceh Tengah, Jum,at (29/03/2019).

Kegiatan tersebut dikemas dalam agenda workshop pengendalian hutan dan lahan tahun anggaran 2019 yang di selenggarakan oleh Badan Penanggulangan Bencana Aceh ( BPBA) dan diikuti oleh kurang lebih 45 Orang, diantaranya Ketua Pelaksana BPBA Fazli SKM, M. Kes, Kabag Ops Polres Ateng AKP Maurulli SH, Ketua BPBD Ateng M. Tamrin SE, Pasi Teritorial Kodim Ateng Lettu Inf Rudi Andoko serta para anggota BPBD Provinsi Aceh dan Aceh Tengah.

Adapun Materi yang disampaikan Komandan Kodim meliputi situasi wilayah Provinsi Aceh, daerah rawan Karhutla Prov Aceh, perbandingan Karhutla Ta.  2017 dan 2018, faktor penyebab dampak Karhutla dan kendala penanganan Karhutla, rencana pengertian personil Ta. 2019, rencana penanganan Karhutala Ta. 2019.

Dalam penyampaiannya Dandim mengatakan, Indonesia adalah negara yang terdiri dari gugusan kepulauan yang berpotensi bencana sangat tinggi dan juga sangat bervariasi dari aspek jenis bencana, oleh sebab itu kondisi alam tersebut maupun adanya keanekaragaman penduduk dan budaya di Indonesia menyebabkan timbulnya resiko terjadinya bencana alam.

Kendala Penanganan Karhutla pada Ta. 2018 antara lain terbatasnya sarana pemadam Kebakaran khususnya mesin yang Fortabel, medan berbukit, lokasi titik api di pedalaman sulit dijangkau dengan kendaraan roda 4 dan 2, lokasi yang terbakar pada umumnya lahan sawah, masih rendah kepedulian masyarakat terhadap Karhutla, belum terorganisir tim terpadu penanganan karhutla serta tidak ada anggaran.

Peran TNI dan masyarakat dalam penanggulangan Karhutla antara lain penyelenggaraan dan pencegahan penanggulangan bencana, cegahan bencana, Kesiapsiagaan bencana, peringatan dini, Mitigasi, Resiko Bencana, tanggap darurat bencana, rehabilitasi dan rekontruksi.

Sejalan dengan itu lahan hutan membutuhkan pemikiran, waktu, tenaga, dalam proses penyelesaiannya, sehingga beberapa persoalan yang muncul di berbagai daerah dapat di atasi, selaku pimpinan daerah kami mengapresiasi upaya yang telah dilakukan oleh Badan Penanggulangan Bencana Aceh dalam Acara ini.

Terakhir Dandim mengharapkan, agar pengelolaan lahan hutan yang sudah baik dapat terus dipertahankan dan dijaga terhadap kelestariannya, kepada seluruh peserta sosialisasi dapat mengikuti kegiatan ini dengan kesungguhan dan penuh perhatian untuk mendukung upaya kita bersama dalam meningkatkan kelestarian hutan.

Komentar

Loading...