Sat Reskrim Polres Pidie Bekuk Agen Togel di Gampong Pineung

Agen Togel berinisial TI(53), Petani, Warga Gampong Pineung Kecamatan Peukan Baro, Kab.Pidie beserta barang bukti (bb) 1 (satu ) Unit Handphone merk Polytron warna coklat putih, 1 ( satu ) Unit Handphone merk Advan warna hitam, uang senilai Rp.1.017.000.00 ( Satu Juta Tujuh Belas Ribu Rupiah ) dan Kertas pembelian angka / Nomor 4 ( Empat ) Lembar telah diamankan di Mapolres Pidie, Rabu (20/02/2019) sekira pukul 22.30 Wib.

PIDIE, ACEHPORTAL.COM - Tim Opsnal Sat Reskrim Polres Pidie berhasil membekuk Agen Togel berinisial TI(53), Petani, Warga Gampong Pineung Kecamatan Peukan Baro, Kab.Pidie di Gampong Pineung Kecamatan Peukan Baro, Kab.Pidie, Rabu (20/02/2019) sekira pukul 22.30 Wib.

Penangkapan pelaku berdasarkan laporan masyarakat Gampong Pineung Kec. Peukan Baro, Kab.Pidie yang resah dengan ulahnya yang sering melakukan praktek perjudian Toto Gelap ( Togel ) di Gampong Pineung Kecamatan Peukan Baro, Kab.Pidie.

Dari laporan tersebut, tim yang di pimpin langsung oleh AKP Mahliadi, ST, MM melakukan penyelidikan di lapangan. Dengan melakukan penyamaran sebagai pembeli, anak – anak asuhan AKP Mahliadi, ST, MM memesan nomor Togel kepada TI.

TI pun melayani pesanan aparat penegak hukum tersebut, saat petugas menjumpai TI dengan alasan memberikan uang setoran pembelian Togel, TI langsung tertangkap tangan dan dilakukan penggeledehan.

Dari hasil penggeledahan yang dilakukan oleh petugas, 1 (satu ) Unit Handphone merk Polytron warna coklat putih, 1 ( satu ) Unit Handphone merk Advan warna hitam, uang senilai Rp.1.017.000.00 ( Satu Juta Tujuh Belas Ribu Rupiah ) dan Kertas pembelian angka / Nomor 4 ( Empat ) Lembar ditemukan, kemudian TI pun langsung di giring ke Mapolres Pidie.

Kapolres Pidie AKBP Andy Nugraha Setiawan Siregar, SIK melalui Kasat Reskrim AKP Mahliadi, ST, MM saat di konfirmasi oleh humas polres pidie mengatakan TI sudah lama menjalani Profesi sebagai sebagai Agen Togel di wilayah Kecamatan Peukan Baro, Kab.Pidie.

Saat di mintai keterangan oleh Penyidik, Bisnis haramnya tersebut dijalani karena kondisi ekonomi keluarga. TI akan dijerat dengan pasal 1 butir 22 jo pasal 18 Qanun Provinsi Aceh N0.6 Tahun 2014 tentang hukum jinayat.

Kini untuk penyidikan lebih lanjut, TI beserta barang bukti (bb) telah diamankan di Mapolres Pidie, sebut Mantan Panit 1 Unit 1 Subdit 1 Direskrimsus Polda Aceh tersebut.”

Penulis:Hafiz
Rubrik:Hukum

Komentar

Loading...