Gerak Cepat Pemerintah Aceh Bantu Aceh Tenggara

Istri Plt Gubernur Aceh, Dyah Erti Idawati yang juga merupakan Wakil Ketua tim penggerak PKK Aceh bersama satuan kerja Pemerintah Aceh menyerahkan bantuan langsung kepada korban banjir bandang Aceh Tenggara.

BANDA ACEH, ACEHPORTAL.COM – Bencana banjir bandang yang menerjang Kabupaten Aceh Tenggara pada akhir Tahun 2018 dan awal tahun 2019 mengakibatkan ribuan warga mengungsi. Bencana itu juga merusak infrastruktur di kawasan itu.

Pemerintah Aceh tentunya tidak mau menunggu terlalu lama dan melihat penderitaan warga di sana berlarut akibat bencana itu. Sehingga, Plt Gubernur Aceh menginstruksikan intansi terkait untuk menyalurkan bantuan dengan cepat.

Bantuan itu disalurkan melalui Badan Penanggulangan Bencana Aceh (BPBA) berupa 30 ton pangan yang diangkut dengan 4 truk. Kemudian, dapur umum juga didirikan untuk memfasilitasi pengungsi yang hendak makan.

Bukan hanya itu, Istri Plt Gubernur Aceh, Dyah Erti Idawati yang juga merupakan Wakil Ketua tim penggerak PKK Aceh turut meninjau langsung lokasi banjir bandang dan menyalurkan bantuan dibeberapa kecamatan yang terdampak pada Minggu (19/1/2019).

Istri Plt Gubernur Aceh, Dyah Erti Idawati yang juga merupakan Wakil Ketua tim penggerak PKK Aceh bersama satuan kerja Pemerintah Aceh bertemu langsung korban banjir bandang Aceh Tenggara.

Dyah Erti Idawati mengatakan, dirinya turut prihatin dengan kondisi yang dialami oleh warga setempat. Ia ditugaskan langsung Pelaksana Tugas Gubernur Aceh untuk meninjau dan menyalurkan bantuan masa panik kepada masyarakat yang terdampak bencana.

Dyah meminta para kepala desa setempat untuk menyerahkan data akurat terkait rincian korban bencana untuk dapat dibantu. Dyah juga menyentil para perambah hutan yang mengakibatkan banjir di sejumlah wilayah di Aceh.

"Saya juga baru turun dari Singkil, Aceh Selatan, dan Aceh Utara. Salah satu penyebab banjir adalah perambahan hutan. Masyarakat harus mengawasinya. Hutan kita semakin berkurang, untuk itu mohon dilaporkan ke provinsi agar dapat kita lakukan upaya pencegahan bersama-sama. Kita juga berharap bencana ini tidak lagi terjadi, karena kalau dibiarkan akan berdampak korban lebih luas," kata Dyah.

Terkait sejumlah rumah yang hanyut, Dyah mengatakan pemerintah Aceh akan mengalokasikan dalam anggaran rumah duafa untuk tahun 2019.

"Hasil kunjungan ini akan saya sampaikan langsung ke Bapak Nova untuk ditindaklanjuti. Namun harus bersabar karena bantuan pemerintah Aceh ada prosedur, nanti akan kita prioritaskan yang berat berat dulu, seperti rumah yang hanyut," kata Dyah.

Menurut Dyah, Nova sedang mengupayakan pembiayaan dari APBN agar korban banjir di Aceh Tenggara dapat tertangani secara permanen. Hal itu dilakukan agar bantuan itu bisa datang secara permanen agar bencana tidak terulang lagi, minimal bisa di minimalisir.

Sementara itu, warga Desa Kayu Betangor, Suhada, mengharapkan Sungai Lawe Rikit untuk dapat segera dinormalisasi. Jika tidak, kata dia, maka pemukiman warga akan kembali menjadi ancaman bencana saat hujan deras turun.

Istri Plt Gubernur Aceh, Dyah Erti Idawati yang juga merupakan Wakil Ketua tim penggerak PKK Aceh bersama satuan kerja Pemerintah Aceh meninjau bekas terjangan banjir bandang Aceh Tenggara.

"Usai banjir pertama dan kedua, sungai ini sudah dinormalisasi dengan cara diangkat semua pasir dari dalam sungai, sementara banjir ketiga dan keempat belum dilakukan normalisasi. Maka jika hujan turun maka air langsung ke pemukiman warga," kata Suhada.

Dalam kunjungan dibeberapa titik lokasi bencana tersebut, Dyah Erti Idawati bersama Kepala Dinas Sosial Aceh, Alhudri, juga menyerahkan bantuan secara simbolis yang diterima oleh perangkat desa setempat.

Alhudri mengatakan, saat ini pemerintah Aceh mempunyai gudang baperstok di Gayo Lues. Gudang baperstok itu, kata Alhudri, harus dalam keadaan siaga untuk menghadapi kemungkinan bencana yang terjadi tiba-tiba.

Gudang yang dibangun sejak 2015 tersebut merupakan menampung logistik masa panik dan bantuan bahan bangunan rumah (BBR) saat bencana datang.

"Ini merupakan gudang milik kita (Pemerintah Aceh) yang alhamdullillah sudah difungsikan. Ke depannya semua bantuan kita dimasukkan kemari sebelum disalurkan ke pada para korban bencana," kata Alhudri.

Sementara jika kurang, Dinas Sosial Aceh akan menambahkan bantuan dari gudang baperstok di Labuy, Ladong, Aceh Besar. Sehingga para korban bencana tidak ada yang kelaparan.

Alhudri juga mengatakan, kedepannya Dinas Sosial Aceh akan membangun Posko Tagana dan Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK) di daerah tersebut.

Tentunya Pemerintah Aceh akan selalu hadir jika sewaktu-waktu bencana menerpa wilayah kabupaten/kota. Gerak cepat Pemerintah memang sangat dibutuhkan oleh masyarakat Aceh Tenggara yang dilanda banjir bandang. (ADV)

Penulis:redaksi
Rubrik:News

Komentar

Loading...