Penyidik Polres Bireuen Serahkan Tersangka Kasus Korupsi, Tambang Minerba dan Migas ke Jaksa

Penyerahan berkas kasus tambang ilegal di Bireuen oleh penyidik Polres Bireuen ke JPU

BANDA ACEH, ACEHPORTAL.COM - Penyidik Polres Bireuen menyerahkan tersangka beserta barang bukti kasus korupsi penyaluran honorarium petugas siaga bencana gampong di BPBD Bireuen senilai Rp 730,8 juta yang bersumber dari APBK tahun anggaran 2013 ke pihak jaksa.

Kapolres Bireuen, AKBP Gugun Hardi Gunawan melalui Kasat Reskrim, Iptu Eko Rendi Oktama mengatakan, tersangka beserta berkas perkaranya diserahkan ke Kejati Aceh, Kamis (7/2/2019) sore tadi dan diterima langsung oleh Kasi Pidsus Kejari Bireuen, Sarifuddin.

Dijelaskannya, tersangka yang diserahkan yakni Asmara Hadi selaku pengguna anggaran, Muzapharsyah selaku PPTK serta Herizal selaku Bendahara pengeluaran. Sesuai hasil audit pihak BPKP Perwakilan Aceh, negara mengalami kerugian senilai Rp 724 juta.

"Sebagian dana itu tidak disalurkan kepada petugas siaga bencana gampong yang berjumlah 1.218 orang, proses selanjutnya ada di pihak jaksa," kata Kasat.

Selain itu, penyidik juga melimpahkan berkas perkara serta tersangka kasus penambangan ilegal yang dilakukan di kawasan kecamatan Samalanga, Bireuen, beberapa waktu lalu yakni M Jafar. Selain tersangka, petugas juga menyerahkan satu unit beko yang digunakan untuk menambang.

"Tersangka dan barang bukti dilimpahkan ke Kejari Bireuen sore tadi dan diterima langsung oleh Bapak Ronald Regianto selaku perwakilan dari Kejari Bireuen," jelas Iptu Eko.

Kemudian, pihaknya juga menyerahkan tersangka gua beserta berkas kasus penyalahgunaan Migas yang terjadi di kecamatan Peusangan, Bireuen beberapa waktu lalu. Selain tersangka yakni M Yunus, polisi juga menyerahkan satu unit mobil truk tangki sebagai barang bukti.

"Juga diserahkan ke Kejari Bireuen dan diterima oleh perwakilan yakni Bapak M Gempa Awaljon Putra," tambahnya.

Penulis:Hafiz
Rubrik:Hukum

Komentar

Loading...