Satnarkoba Amankan 70 kg Ganja dari Kantor Pos dan JNE

Sat Resnarkoba Polresta Banda Aceh menangkap dua tersangka pemilik paket berisi ganja di dua perusahaan jasa pengiriman barang yakni di PT Pos Indonesia dan JNE

BANDA ACEH, ACEHPORTAL.COM - Sat Resnarkoba Polresta Banda Aceh menangkap dua tersangka pemilik paket berisi ganja di dua perusahaan jasa pengiriman barang yakni di PT Pos Indonesia dan JNE. Petugas pun mengamankan dua paket berisi ganja dengan berat total 70 kilogram.

Kapolresta Banda Aceh, Kombes Pol Trisno Riyanto melalui Kasat Resnarkoba, AKP Budi Nasuha Waruwu mengatakan, tersangka pertama yang ditangkap yakni EW (37), warga Gampong Weusiteh, Kecamatan Sukamakmur, Aceh Besar. Tersangka EW ditangkap Selasa (5/2/2019) kemarin di tempat tinggalnya.

"Satu tersangka lagi yakni MNZ (39) alias Cut Lem, warga Gampong Ateuk Lam Ura, Kecamatan Simpang Tiga, Aceh Besar. Ditangkap di hari yang sama namun pada sore harinya di sebuah kedai kopi yang ada di Kecamatan Montasik," ujar Kasat Rabu (6/1/2019) saat dikonfirmasi.

Ia menjelaskan, dalam kasus ini diamankan  50 bal ganja dari dua kotak kardus yang masing-masing berisi sebanyak 25 bal. Kemudian, polisi juga mengamankan sebuah karung putih yang berisi ikan kayu (keumamah) yang dibawahnya terdapat 22 bal ganja kering.

"Penangkapan ini dilakukan atas informasi masyarakat setelah sebelumnya kita lakukan penyelidikan atas temuan paket berisi ganja di kargo Bandara SIM yang dikirim menggunakan Pos Minggu (20/1/2019) lalu serta temuan paket berisi 22 bal ganja di JNE pada Senin (4/1/2019) kemarin," ungkap Budi.

Tersangka EW mengaku, barang haram ini diperoleh dari MNZ alias Cut Lem yang kemudian akan dikirim melalui kedua perusahaan jasa pengiriman barang itu dengan tujuan ke Jakarta. Sementara, ganja ini milik Cut Lem yang memang ditanam dan dipanen sendiri di pegunungan Montasik.

Awalnya, EW menerima paket ini dari Cut Lem pada 17 Januari lalu di Montasik. Saat itu, ia menerima uang senilai Rp 4 juta untuk ongkos mengirim paket tersebut. Pengiriman 50 bal pertama pun digagalkan di kargo bandara, sementara sisanya sebanyak 22 bal tersebut masih disimpan sementara.

"Kemudian EW mengirimkan lagi 22 bal itu via JNE Selasa kemarin dan kembali digagalkan. Tersangka EW mengaku bahwa uang Rp 4 juta itu hanya untuk ongkos kirim paket, sementara upahnya dijanjikan nanti setelah paket terkirim ke Jakarta sebanyak Rp 10 juta," jelas mantan Kasat Reskrim Polres Lhokseumawe ini.

Diketahui, kedua pelaku tak hanya bekerja berdua. Tetapi juga menggunakan orang lain untuk membawa paket tersebut ke tempat pengiriman barang yang telah diupah. Bahkan, mereka menggunakan identitas palsu saat mengirim paket.

"Oleh karena itu kita agak kesulitan menyelidiki dan mengungkap si pengirim dan pemilik barang ini. Saat ini tersangka dan barang bukti masih kita amankan untuk pengembangan lanjut," tambah Kasat Resnarkoba.

Penulis:Hafiz
Rubrik:Headline

Komentar

Loading...