Halo Pak Bupati! Puskesmas Sering Tutup Saat Warga Pulo Aceh Sakit dan Hendak Berobat

images (1)

PULO ACEH, ACEHPORTAL.COM - Pelayanan kesehatan yang diterima oleh masyarakat Kecamatan Pulo Aceh, Aceh Besar sangat minim. Bahkan mirisnya, puskesmas yang ada di kecamatan itu pun kerap tutup saat warga yang sakit hendak berobat. Warga terpaksa mengeluarkan biaya dengan berobat ke sejumlah dokter praktik yang ada.

Hal ini dikatakan Keuchik Gampong Gugop, Kecamatan Pulo Aceh, Aceh Besar yakni Sunardi Ibrahim saat ditemui di Balai Gampong Gugop di sela-sela kegiatan bakti sosial berupa gotong royong, pengobatan dan pemeriksaan kesehatan gratis serta sunatan massal yang dilakukan Dit Polairud dan Bid Dokkes Polda Aceh, Sabtu (26/1/2019).

Ia mengatakan, hal ini terjadi karena tidak adanya tenaga medis di kecamatan itu selama ini. "Petugas-petugas kesehatan yang dari Banda Aceh atau Pulo Aceh bertempat tinggal di Banda Aceh, sehingga saat warga yang sakit berobat, petugas kesehatan sering kali tidak ada di tempat," ujarnya.

Selama ini, warga yang sakit kerap berobat ke beberapa dokter praktik atau mantri yang ada di kecamatan itu dengan membayar setelah berobat. Bahkan jika menginginkan surat rujukan sakit ke RSUDZA Banda Aceh, warga pun harus membayar sebanyak Rp 20 ribu. Padahal, jika puskesmas beroperasi, warga tak harus membayar untuk mendapatkan surat rujukan sakit itu.

"Dengan adanya kegiatan baksos yang dilakukan ini, Alhamdulillah sangat membantu masyarakat Pulo Aceh yang hendak berobat," kata Sunardi saat diwawancarai.

Selain bidang pelayanan kesehatan, hal yang sama juga terjadi dalam bidang pelayanan pendidikan. Selama ini di Pulo Aceh, tenaga pendidik kerap tak ada di sekolah. Para siswa pun belajar dengan para guru kontrak atau tenaga bakti yang ditugaskan ke Pulo Aceh.

"Padahal sudah pernah disampaikan ke pihak pemerintah tetapi hal yang seperti tetap juga terjadi berulang kali. Sejauh yang kami lihat hingga hari ini memang keseriusan pemerintah nampaknya setengah hati," ungkapnya.

Pemerintah dinilai tidak mengevaluasi serta mengawasi para PNS atau pun petugas yang telah diperbantukan untuk Pulo Aceh. Padahal seperti diketahui, Pulo Aceh merupakan daerah yang terisolir bahkan merupakan pulau terluar di Aceh.

"Apa yang pernah dijanjikan nyatanya tidak pernah terwujud dan dirasakan masyarakat. Kenyataan yang diterima oleh masyarakat tidak sesuai dengan apa yang telah dikatakan," jelas Sunardi.

Dalam kegiatan baksos yang dilakukan pihak Polda Aceh, pihaknya pun menyambut baik serta mengapresiasi, terutama Dir Polairud Polda Aceh yang telah melaksanakan kegiatan ini.

"Bahkan untuk Polairud sudah sering kali melakukan kegiatan semacam ini di Pulo Aceh. Ini sangat bermanfaat dan membantu masyarakat kami," tambah Keuchik Gampong Gugop, Sunardi Ibrahim.

Penulis:Hafiz
Rubrik:Kesehatan

Komentar

Loading...