Belum Genap Setahun Menjabat Kepala BPKS Sayid Fadhil Diberhentikan

Pelantikan Kepala BPKS

BANDA ACEH, ACEHPORTAL.COM - Pelaksana Tugas Gubernur Aceh Nova Iriansyah, selaku Ketua Dewan Kawasan Sabang, resmi memberhentikan Said Fadhil sebagai Ketua Badan Pengusahaan Kawasan Sabang (BPKS). Sebagai pengganti, Razuardi ditunjuk sebagai Pelaksana Tugas Kepala BPKS.

"Hari ini, Plt Gubernur Aceh selaku Ketua Dewan Kawasan Sabang telah mengeluarkan SK tertanggal 16 januari 2019, tentang Pemberhentian Dengan Hormat Tidak Atas Permintaan Sendiri, saudara Said Fadhil dari Kepala BPKS. Hari ini mulai berlaku karena keputusan ini berlaku sejak tanggal ditetapkan. Selanjutnya, DKS menunjuk saudara Razuardi sebagai Pelaksana Tugas Kepala BPKS Sabang," ujar Makmur Ibrahim, Sekretaris BPKS Sabang saat konferensi pers di Media Center Humas dan Protokol Setda Aceh, Rabu (16/1/2018) sore.

Makmur mengatakan, dirinya selaku Sekretaris Dewan Kawasan Sabang akan mengantar dan memperkenalkan Razuardi kepada para staf di kantor pusat BPKS di Sabang.

Makmur menambah, keputusan ini merupakan keputusan bersama dari DKS yang terdiri atas Plt Gubernur Aceh selaku Ketua DKS dan Wali Kota Sabang serta Bupati Aceh Besar selaku Anggota DKS.

"Jadi terkait pemberhentian saudara Said Fadhil ada 3 surat, yang pertama SK dari Plt Gubernur Aceh bernomor 515/39/2019, surat dari Walkot Sabang nomor 800/14/2019, dan surat dari Bupati Aceh Besar nomor 13 tahun 2019. Selanjutnya, DKS menerbitkan SK nomor 515/40/2019 tentang pengangkatan Razuardi sebagai Plt Ketua Badan Pengusahaan Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas Sabang, ditandatangani oleh Plt Gubernur Aceh, selaku Ketua Dewan kawasan sabang."

Pemberhentian Said Fadhil, sambung Makmur, dilakukan setelah DKS melakukan evaluasi terhadap kepemimpinan dan manajerial Said Fadhil. Sementara penunjukan Razuardi sebagai PLT Kepala BPKS karena yang bersangkutan dipandang mampu dan berpengalaman.

"Beliau adalah insinyur dan magister teknik, secara pengalaman juga sangat mumpuni, yaitu sebagai Sekda Bireuen dan Sekda Aceh Tamiang. Tugas Plt Kepala BPKS adalah melakukan pembenahan dan pembinaan ke dalam serta persiapan perekrutan kepala BPKS yang baru. Kita berharap dalam jangka waktu 6 bulan akan terjadi perbaikan BPKS. Namun, jika dinilai baik, bisa saja Plt ditunjuk menjadi Kepala BPKS definitif," kata Makmur.

Lanjut Makmur, Said Fadhil ditunjuk sebagai Kepala BPKS pada 22 Maret 2018. Namun karena dinilai gagal dalam hal kepemimpinan dan manajerial, hari ini Said Fadhil resmi diberhentikan. Makmur menambahkan, evaluasi terhadap seluruh jajaran di BPKS akan terus dilakukan agar lembaga tersebut sehat serta keberadaannya benar-benar bermanfaat bagi masyarakat.

Informasi yang berkembang di luar, sosok Sayid Fadhil dibilang mumpuni untuk mengelola BPKS, karena upayanya dalam tahun pertama untuk membersihkan manajemen BPKS yang sudah terlanjur karut-marut, maka diduga ada pihak yang memiliki kepentingan di BPKS merasa terancam nasibnya sehingga membuat seolah kepala BPKS tidak bekerja dengan baik, mengabaikan tim kerjanya serta tidak taat perintah, sehingga laporan itu sampai kepada Plt Gubernur Aceh. Akhirnya dengan berbagai pertimbangan DKS nasib Sayid Fadhil di BPKS cukup sampai 16 Januari 2019.

Sayid Fadhil pernah menyatakan bahwa pada kepemimpinan ini dirinya tidak ingin meninggalkan PR, artinya dia tidak ingin  bila suatu saat tidak menjabat lagi tiba-tiba saat sedang bersama cucu dan keluarga dipanggil KPK. Maka dari itu dirinya tidak asal tanda tangan karena tidak tau apa-apa.

Sayid Fadhil, lahir di Banda Aceh, 12 Oktober 1964, pendidikan terakhirnya S3 Hukum Ekonomi, Fakultas Hukum, Universitas Indonesia. Dia juga pernah masuk sepuluh besar kandidat pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Indonesia Periode 2011-2015.

Penulis:rol/rilis
Rubrik:Headline

Komentar

Loading...