Ada Calo Proyek di Aceh Barat Dua Orang Ditangkap

images (1)

ACEH BARAT, ACEHPORTAL.COM - Polres Aceh Barat menangkap dua orang tersangka calo proyek APBK, Jumat (4/172019) kemarin. Keduanya yakni Y (38) dan I alias R (42) yang ditangkap atas laporan masyarakat. Mereka pun masih ditahan di Mapolres Aceh Barat hingga saat ini.

Ada tiga orang warga yang menjadi korban tersangka dan melapor ke Polres Aceh Barat yakni J, M dan S yang merupakan warga Aceh Barat. Mereka pun telah memberikan uang senilai Rp 230 juta dengan jumlah setoran yang bervariasi kepada tersangka.

Diketahui, kedua pelaku merupakan orang terkenal di Aceh barat karena memiliki hubungan dekat dengan pejabat pengambil keputusan (PPK) dan pengurus sebuah partai. Para pelaku diketahui merupakan warga Kecamatan Woyla Timur.

Kedua pelaku berjanji akan memberi proyek swakelola dari APBK 2018 kepada ketiga korban. Hingga akhir tahun, janji itu pun tak terealisasi meski sudah beberapa kali dipertanyakan. Para korban yang menilai janji itu tak mungkin terealisasi lagi pun akhirnya melapor ke polisi untuk menempuh jalur hukum.

Polisi pun akhirnya langsung menindaklanjuti laporan itu dengan menangkap keduanya di rumah masing-masing yang kemudian melakukan pemeriksaan hingga ke proses gelar perkara.

Setelah didalami, kedua pelaku pun memenuhi unsur atas pelanggaran yang dilakukan sehingga ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan. Polisi pun menyita tiga lembar kuitansi sebagai barang bukti uang yang diserahkan oleh para korban ke kedua pelaku.

Kapolres Aceh Barat, AKBP Raden Bobby Aria Prakasa juga membenarkan soal penangkapan dan penahanan itu atas dugaan penipuan. "Ada tiga korban yang melapor setelah memberikan uang kepada pelaku tetapi apa yang dijanjikan belum terwujud," ujarnya Sabtu (5/1/2019) kemarin.

Menurutnya, kasus ini masih terus dikembangkan termasuk proyek apa saja yang dijanjikan oleh pelaku kepada korban serta sumber anggaran. Menurut keterangan sementara, janji proyek yang dimaksud adalah proyek yang dialokasikan dalam APBK Aceh Barat 2018.

"Dalam gelar perkara penyidik kasus ini merupakan dugaan tindak pidana penipuan. Masih terus didalami apakah uang yang diserahkan korban kepada pelaku dinikmati sendiri atau diserahkan ke orang lain juga. Total uang yang disebutkan di kuitansi cukup besar yang diduga ke depan itu bagian dari fee proyek," jelasnya.

Salah seorang korban berinisial J (45) mengatakan bahwa ia menyerahkan uang sebesar Rp 120 juta kepada keduanya pada Maret 2018 lalu. Kedua pelaku berjanji akan memberikan proyek dan akan terealisasi bulan April. Namun janji itu berubah-ubah hingga tak terwujud.

"Hingga akhir tahun proyek yang dijanjikan tidak ada, uang juga tidak dikembalikan malah orangnya hilang. Kita sudah siap menempuh jalur hukum dan meminta polisi untuk mengusut kasus ini," ungkapnya sesuai pemberitaan Serambi Indonesia dan diduga masih ada korban lain dalam kasus ini.

Penulis:Hafiz
Rubrik:Hukum

Komentar

Loading...