Kerugian Bencana Banjir di Aceh Capai Rp 848,2 miliar

Rumah terendam banjir di Kurashiki, Prefektur Okayama, Jepang, pada Minggu (8/7/2018). (STR/Jiji Press/AFP)

BANDA ACEH, ACEHPORTAL.COM - Setidaknya terjadi 294 kali bencana di Aceh selama tahun 2018. Jumlah I i meningkat sebesar 64 persen jika dibandingkan dengan tahun lalu yang hanya terjadi 185 kali bencana. Akibatnya, total kerugian yang ditimbulkan mencapai Rp 848,2 miliar.

Kalaksa BPBA, Ahmad Dadek mengatakan, jika dilihat dari sudut kerugian, bencana banjir adalah bencana banjir genangan termasuk banjir bandang yang menimbulkan paling banyak kerugian, baik kepada masyarakat maupun infrastruktur yang ada.

"Banjir paling banyak disebabkan karena meluapnya air sungai atau pembalakan liar yang menyebabkan banjir bandang," ujarnya Rabu (2/1/2019).

Plt Gubernur Aceh, Nova Iriansyah telah menginisiasi agar pusat dan kantong banjir perlu diidentifikasi untuk dilakukan studi kelayakan dan menyusun langkah-langkah untuk pelaksanaan secara bertahap.

Beliau mencontoh apa yang dilakukan Belanda dengan perencanaan yang baik dan membutuhkan waktu seratus tahun untuk mewujudkannya.

"Aceh juga harus memulai hal itu walaupun butuh waktu lama, tapi kita berusaha naik di atas rel penyelesaian sehingga semua pihak terfokus ke sana," ujar Nova Irinasyah pada satu kesempatan.

Memang, penanganan banjir banyak menemukam kendala seperti luasnya wilayah banjir yang harus dikendalikan, membutuhkan biaya yang besar dan sebagian besar sungai besar di Aceh berada di bawah kewenangan pusat.

"Belum lagi ini dipercaya dengan tata kelola lingkungan yang buruk, pembalakan liar dan pembakaran hutan dan lahan," kata Ahmad Dadek.

Penanganan jangka pendek dapat dilakukan dengan mempersiapkan desa atau gampong tangguh dengan memasukan anggaran desa atau gampong untuk kebutuhan kesiap siagaan dan penanganan darurat.

"BPBA juga merencanakan akan memperbanyak membangun shelter vertikal untuk korban banjir. Sedangkan penanganan masa darurat masih seputar pemenuhan kebutuhan masyarakat, sandang, pangan, kebutuhan air bersih dan huntara," katanya.

Penulis:Hafiz
Rubrik:News

Komentar

Loading...