Abuya Syeikh H Amran Waly Ratep Seribee di Lam Lhom

Mendekatkan Diri Kepada Allah SWT, Merasakan Kehadiran Allah di Manapun Berada

Pimpinan Majelis Pengkajian Tauhid Tasawuf-Indonesia (MPTT-I), Abuya Syeikh H. Amran Waly Al-Khalidi memimpin ratep seuribee atau zikir di Lapangan Blanck Star, Gampong Lam lhom, Kemukiman Lam Lhom

ACEH BESAR, ACEHPORTAL.COM - Pimpinan Majelis Pengkajian Tauhid Tasawuf-Indonesia (MPTT-I), Abuya Syeikh H. Amran Waly Al-Khalidi memimpin ratep seuribee atau zikir di Lapangan Blanck Star, Gampong Lam Lhom, Kemukiman Lam lhom,  di Kecamatan Lhoknga, Aceh Besar, (25/12), Selasa malam.

Abuya Syekh H Amran Waly Al-Khalidi mengajak kita belajar tasawuf agar senantiasa mendekatkan diri kepada Allah SWT, merasakan kehadiran Allah di manapun kita berada.

"Islam sebagai agama yang dibawa oleh Rasulullah yaitu Nabi Muhammad SAW yang datang dari Allah untuk menyelamatkan umat manusia dari kebiasaan didalam menempuh kehidupan dunia dan akhirat. Bilamana kita dapat menjadikan Islam sebagai pedoman didalam kehidupan maka kita akan mendapatkan kemenangan dan kebahagiaan dalam hidup dunia maupun akhirat, " kata Abuya.

Menurut abuya, tasawuf dan tarikat untuk mendapatkan tauhid batin agar dapat bersama Allah dalam perbuatan, ucapan bukan hanya sekedar pengakuan atau pemikiran. Sehingga bantuan Allah akan lebih mudah diperoleh dalam menjalankan urusan dunia dan akhirat, dalam menjalankan rumah tangga, bermasyarakat, berpolitik. Dan kegiatan apapun yang kita lakukan.

“Dengan pengkajian tauhid tasawuf, kita akan melihat perubahan kehidupan yang lebih baik,”ujar Abuya.

" Setelah kita menyakini adanya Allah dan sifat-sifatNya melalui petunjuk Rasulullah SAW maka kita merasa diri hina dengan perintahnya dan lemah dari hukum -hukumnya dan merasa rendah dihadapannya, Dan kita senantiasa melihat penyakit-penyakit amal yaitu" tarafuf wijhap dan niat kita / qasad kita bersih dari dari pada selain maksud yaitu Allah, lemah yang mendorong kita untuk melakukan amal, tidak memahami rukun dan syarat amal yang disertai dengan ikhlas, tidak ria, ' ujub dan nifas didalam beramal.

Dan juga kita melihat penyakit-penyakit nafsu/cinta dunia, kedengkian dan kesombongan karena amal ini di dasari/berdiri pada nafsu, bilamana nafsu itu jelek sekalipun amal itu bagus makanya amal ini dikotori oleh kejelekan nafsu maka ini tidak dikira baik, maka untuk memperbagus nafsu adalah dengan jalan bertashawwuf. Orang-orang yang beramal dengan dasar akhlak yang bagus maka amalnya ini dapat bermanfaat dan berguna bagi dirinya dan masyarakat yang ada di sekelilingnya.

Amal-amal yang ikhlas di atas nafsu yang muthmain6 dapat mendhahirkan ahwal yaitu" ahwar-anwar / hakikat ketuhanan yang melimpah pada hati penyebab adanya cinta dan rindu. Ahwal adalah dari tahwwul/ berpindah dari kaitan sifat yang mencegah dari pada tarakhi untuk sampai kepada hadzrat/ dekat dengan Allah yang disebut juga nur kasyrat, tajalli sifat pada bathin si hamba yaitu tajrib/ terputus sifatnya lainnya, dan tidak melihat akan sifat yang lain didalam wujud maka ini penyebab dia bisa dekat dan sampai kepada hadzrat.

Tajalli ini merupakan nur yang dapat menghapus perbuatan, sifat dan wujud selain Allah dalam pandanganya, maka nur kasyaf ini penyebab adanya hakikat dan ma ' rifat sebagai sebagaimana ilmu penyebab adanya amal/ syari'at.

Lanjut abuya, orang orang yang telah mendapatkan ilmu dan nur kasyaf, maka orang inilah yang menjadi hamba Allah yang baik, senantiasa mendapat pertolongan dan bantuan didalam menempuh kehidupan dimana saja dan kapan saja mereka mereka ini adalah calon wali Allah yang maha Allah sangat peduli kepada mereka.

Sebagaimana sabda Rasulullah Saw: Aku patuh terhadap orang-orang yang patuh ia akan aku" Kalau kita dapat melunaskan hak-hak Allah dan mendirikan hak-hakNya/ menyerahkan wujud kita kepada-nya dan patuh / merasakan perintah dan anjurannya maka diperbaiki oleh Allah segala urusan kita di dalam kehidupan ini baik dunia maupun akhirat. Kita tidak perlu mencari jalan lain mencapai kemenangan didalam kehidupan yang telah di sampaikan oleh Rasulullah SAW.

Menurut Abuya, kepada para pakar tauhid tasawuf kita beri julukan sebagai ulama pewaris para nabi, agar kehadirannya membawa rahmat untuk sekalian alam.

Kehadiran ulama asal Labuhan Haji Kabupaten Aceh Selatan ini di sambut ribuan jama'ah Ratep Seribee,
Wali Nanggro MPTT-I, Banda Aceh, Aceh Besar, H. Halimi Mahmud (Pagar Air), Pimpinan Dayah MPTT, Dewan Guru, Tokoh MPTT, Alim Ulama se Aceh, Muspika Aceh Besar serta Alumni Dayah Darusallam Labuhan Haji Aceh Selatan.

Penulis:redaksi
Rubrik:News

Komentar

Loading...