Kelilingi Nusantara, Mobil Listrik BLITS Tiba di Aceh

Ekspedisi bertajuk Blits Explore Indonesia ini tiba di Banda Aceh setelah menempuh perjalanan sejauh 5000 km dari Surabaya.

BANDA ACEH, ACEHPORTAL.COM - Ekspedisi penjelajahan mobil listrik kerjasama Universitas Budi Luhur dengan Institusi Teknologi Sepuluh November (BLITS) telah memasuki provinsi Aceh. Ekspedisi bertajuk Blits Explore Indonesia ini tiba di Banda Aceh setelah menempuh perjalanan sejauh 5000 km dari Surabaya.

Kedatangan tim BLITS di ibu kota Provinsi Aceh ini disambut General Manager PLN UIW, Jefri Rosiadi dan jajarannya serta unsur Pemerintah Aceh di pendopo Plt. Gubernur Aceh, Selasa (25/12).

GM PLN UIW Aceh, Jefri Rosiadi menyebutkan kedatangan tim BLITS selain dalam rangka misi mengelilingi Indonesia juga sebagai salah satu sosialisasi kenderaan listrik hasil karya anak bangsa.

"Kehadiran mobil listrik ini bisa mengurangi pemakaian Bakan Bahar Minyak dan Gas serta mengurangi polusi udara," kata Jefri.

Kedatangan mobil dengan tenaga listrik ini, kata Jefri agar masyarakat mengetahui bagaimana penggunaan mobil dan motor listrik yang ada di Indonesia sekaligus mempersiapkan kedepan untuk mengurangi pemakaian BBM yang semakin mahal.

"Harapan kami kedepan bisa mengundang para investor sekaligus menyiapkan agen dalam pengembangan motor dan mobil listrik yang sangat ramah lingkungan," ujar Jefri.

Seiring dengan perkembangan dan kebijakan pemerintah nantinya, lanjut Jefri, PLN akan terus mempersiapkan sarana dan prasarana seperti tempat pengisian tenaga listrik di pusat-pusat keramaian.

"Jika nantinya mobil dan motor listrik ini akan berkembang, kita akan terus menyiapkan sarana dan prasarananya," kata Jefri.

Kepala tim pengembangan kenderaan listrik Insitute Teknologi Sepuluh September (ITS) Surabaya, Muhammad Nur Yuniarto menyebutkan kegiatan Blits Explore Indonesia ini dilakukan sebagai uji coba mobil listrik rakitan anak bangsa.

"Kami ingin mengetes ketangguhan dari mobil listrik ini. Mobil listrik ini dipersiapkan untuk mengikuti Rally Dakar yang direncanakan 2019 mendatang," kata Muhammad Nur.

Sementara Kepala Disperindag Aceh Muhammad Raudhi mengampresiasi hasil karya anak negeri itu dengan menciptakan mobil dengan teknologi yang ramah lingkungan.

"Kita harapkan ada investor yang ingin memproduksi mobil listrik ini, selain ramah lingkungan juga mengurangi penggunaan BBM sebesar 25 persen," ungkapnya.

Penulis:Tomy
Rubrik:News

Komentar

Loading...