Dalam 18 Jam, Polsek Syiah Kuala Amankan Seorang Pencuri Motor di Parkiran UIN Ar Raniry

Polsek Syiah Kuala Amankan Seorang Pencuri Motor di Parkiran UIN Ar Raniry

BANDA ACEH, ACEHPORTAL.COM - Dalam waktu 18 jam, Tim Opsnal Polsek Syiah Kuala menangkap seorang pencuri motor yang beraksi di kawasan parkiran Kampus UIN Ar Raniry, Darussalam, Kecamatan Syiah Kuala, Banda Aceh, Rabu (12/12/2018) sore lalu.

Kapolresta Banda Aceh, Kombes Pol Trisno Riyanto melalui Kapolsek Syiah Kuala, AKP Asyhari Hendri mengatakan, tersangka ditangkap setelah korbannya yakni seorang mahasiswa bernama Taufiq (28), warga Gampong Lamgugob membuat laporan ke Mapolsek Syiah Kuala.

"Tersangka berinisial SUR (24), Mekanik, warga Gampong Mulia, Kecamatan Kuta Alam, Banda Aceh," ujarnya saat konferensi pers di Mapolsek Syiah Kuala, Senin (17/12/2018) siang didampingi para personel Polsek dan Satpam kampus setempat.

Ia menjelaskan, pelaku melakukan aksinya dengan menggunakan kunci T. Tersangka SUR berangkat dan tiba di parkiran kampus yang kemudian langsung beraksi. Setelah berhasil menjebol kontak kuncinya, motor diamankan ke bengkel dan pelaku langsung membongkar seluruh bodi motor tersebut.

"Setelah bodi motor dibongkar, pelaku kembali ke parkiran menggunakan ojek online untuk mengambil motor miliknya yang sengaja ditinggal saat membawa motor korban," kata Kapolsek.

Tim yang langsung melakukan penyelidikan pada hari itu turun ke lokasi dan berkoordinasi dengan pihak satpam kampus. Aksi nekat tersangka itu pun diketahui terekam kamera CCTV parkiran kampus sehingga polisi dapat melakukan penangkapan terhadap tersangka.

"Kita tangkap di bengkel tempatnya bekerja lalu kita amankan ke Mapolsek. Saat diperiksa, ia mengaku bahwa pencurian ini baru satu kali dilakukan dengan alasan desakan ekonomi," jelas Asyhari.

Saat ini, pelaku masih diamankan di Mapolsek Syiah Kuala untuk diproses lebih lanjut. Polisi pun mengamankan barang bukti berupa dua unit motor jenis Honda Supra X milik korban dan Suzuki Shogun milik tersangka serta sejumlah barang lainnya seperti helm dan kunci T.

"Pelaku dikenakan Pasal 363 ayat 1 KUHPidana dengan ancaman hukuman maksimal 7 tahun penjara," kata AKP Asyhari Hendri lagi.

Dirinya mengatakan, dalam kurun waktu selama 6 bulan ini setidaknya hanya tiga laporan kehilangan motor yang diterima pihaknya, termasuk kasus pencurian motor yang diungkap kali ini.

"Dua kasus lagi masih dalam penanganan. Kita imbau masyarakat agar lebih berhati-hati dalam memarkirkan kendaraannya dimana pun. Gunakan kunci pengamanan ganda untuk menghindari hal-hal yang tidak kita inginkan," imbaunya.

Penulis:Hafiz
Rubrik:Hukum

Komentar

Loading...