Empat Penjual Puluhan Paruh Rangkong dan Tanduk Rusa Diamankan di Aceh Tenggara

Empat Penjual Puluhan Paruh Rangkong dan Tanduk Rusa Diamankan di Aceh Tenggara

BANDA ACEH, ACEHPORTAL.COM - Empat orang pelaku perdagangan dari hasil kejahatan perburuan satwa liar ditangkap polisi di Aceh Tenggara, Kamis (13/12/2018). Mereka ditangkap di sebuah hotel yang ada di Gampong Gusung Batu, Kecamatan Deleng Pokhisen.

Kapolda Aceh, Irjen Pol Rio S Djambak melalui Dirreskrimsus, Kombes Pol Erwin Zadma yang dikonfirmasi melalui telepon seluler pun membenarkan penangkapan ini.

"Barang bukti yang diamankan berupa 16 paruh burung Rangkong Gading, 19 tanduk rusa, satu timbangan digital, 6 unit handphone dan satu unit senjata air softgun buatan Vietnam," ujarnya.

Ia menjelaskan, keempat tersangka yang ditangkap berinisial AA (31), warga Kecamatan Pining, Gayo Lues, BR (38), warga Kecamatan Darul Hasanah, Aceh Tenggara serta JD (34), warga Kecamatan Putri Beutong, Gayo Lues dan MU (42), warga Kecamatan Simpang Kiri, Subulussalam.

Kapolres Aceh Tenggara, AKBP Rahmat Har Dedy Yanto Eko Saputro yang dikonfirmasi terpisah pun membenarkan hal ini. "Benar, saat ini masih kita proses lebih lanjut," ujarnya singkat.

Kepala BKSDA Aceh, Sapto Aji Prabowo pun mengapresiasi pengungkapan kasus ini. Dirinya berharap, kasus seperti ini dapat diungkap secara terang benderang hingga ke penadahnya.

"Disisi lain kita prihatin karena masih saja ada perdagangan terhadap satwa liar yang dilindungi ini, khususnya paruh burung Rangkong Gading ini," katanya.

Ia menjelaskan, Rangkong Gading adalah spesies burung yang statusnya melompat di IUCN atau dianggap hewan yang mendekati terancam punah pada tahun 2013.

"Pada tahun 2016, statusnya menjadi critically endangered atau terancam punah karena begitu maraknya perburuan dan perdagangan. BKSDA berharap agar pelaku bisa dihukum dengan maksimal agar ada efek jera," ungkapnya.

Rangkong Gading, lanjut Sapto, adalah burung yang tergolong monogami atau burung yang tergolong setia dan hanya satu pasangan seumur hidup.

"Ketika si betina mengerami telur di lubang pohon, makanannya disuplai oleh si jantan. Jadi kalau si jantan ditembak, diburu dan mati maka sekeluarga burung ini mati," ungkap Sapto.

Penulis:Hafiz
Rubrik:Headline

Komentar

Loading...