Beralasan Pasien Penganiayaan, Korban Pembacokan di Lueng Bata Tak Ditanggung BPJS

Ilustrasi Kartu BPJS Kesehatan. KONTAN/Muradi/2015/10/06

BANDA ACEH, ACEHPORTAL.COM - Yusri (37), warga Gampong Panteriek, Kecamatan Lueng Bata, Banda Aceh menjadi korban pembacokan oleh tetangganya beberapa waktu lalu. Ia pun hingga kini masih dalam penanganan medis pasca operasi yang dijalani kemarin.

Namun anehnya, biaya pengobatan di rumah sakit yang dijalani tak ditanggung pihak BPJS. Hal ini dikatakan langsung oleh adik korban, yakni Munjir (30).

Ia menceritakan, abang kandungnya itu menjadi korban pembacokan di gampong tempat tinggalnya yang dilakukan oleh warga setempat tanpa alasan yang jelas dan hingga kini masih dalam penyelidikan pihak kepolisian.

"Jadi abang kandung saya Yusri menjadi korban pembacokan di gampong, Kamis (7/12/2018) malam lalu sekitar pukul 23.50 WIB. Dia mengalami luka bacok di kaki sebelah kiri," ujarnya Selasa (11/12/2018) sore.

Setelah peristiwa itu, pihak keluarga langsung melarikan korban ke Rumah Sakit Umum Daerah Zainoel Abidin (RSUDZA) Banda Aceh untuk mendapatkan penanganan medis dan kasus itu pun dilaporkan langsung ke Polsek Lueng Bata.

"Setelah sempat menjalani perawatan, besoknya abang saya dioperasi karena luka bacok yang cukup parah (dalam). Operasi berjalan lancar dan setelah mendapat perawatan beberapa hari di Ruang Raudah Kamar 2 RSUDZA, dokter mengizinkan pasien pulang," jelasnya.

Namun yang menjadi kendala, sambungnya, BPJS tidak dapat mengklaim pasien karena alasan pasien merupakan korban tindakan kriminal atau penganiayaan. Dikatakan hal ini sesuai atas regulasi Perpres 82 Tahun 2018, pasal 52 poin R.

"Bagi saya, ini adalah regulasi yang sedikit pun tidak berpihak kepada masyarakat kecil. Abang saya sudah menjadi korban pembacokan, pelaku belum tertangkap dan sekarang disuruh bayar biaya rumah sakit hampir Rp 20 juta," ungkapnya.

Atas hal ini, pihak keluarga pun melaporkan hal ini ke Ombudsman RI Perwakilan Aceh yang berada di Lamgugob, Kecamatan Syiah Kuala, Banda Aceh. Laporannya pun langsung diterima pihak Ombudsman dan akan ditindaklanjuti.

"Kami berharap ada keringanan dan BPJS dapat mengklaim pengobatan keluarga saya ini, karena korban adalah korban penganiayaan," tambah Munjir.

Untuk diketahui, Yusri mengalami luka Bacok parah di bagian pergelangan kaki. Dokter pun mengambil tindakan operasi karena fungsi kaki pasien terganggu akibat luka bacok tersebut. Bahkan, kata dokter, kaki pasien bisa saja tidak berfungsi normal seperti sedia kala jika.

Polisi pun hingga kini masih menangani kasus pembacokan ini. Beberapa hari lalu, terduga tersangka sempat diamankan dan menjalani pemeriksaan di Mapolsek Lueng Bata. Namun karena belum adanya bukti konkrit, dalam 1x24 jam yang bersangkutan dibebaskan kembali dan penyelidikan masih berlanjut.

Penulis:Hafiz
Rubrik:Headline

Komentar

Loading...