Polisi Bentuk Tim Pemburu Napi

Kapolresta Banda Aceh, Kombes Pol Trisno Riyanto

BANDA ACEH, ACEHPORTAL.COM - Terkait kaburnya ratusan narapidana dari Lapas Klas II A Banda Aceh yang berada di Lambaro, Aceh Besar beberapa hari lalu, polisi telah membentuk sejumlah tim seperti tim penyelidikan dan penyidikan, tim pencarian dan pengejaran serta tim pengamanan di lokasi lapas.

Hal ini dikatakan Kapolresta Banda Aceh, Kombes Pol Trisno Riyanto saat ditemui di Mapolresta Banda Aceh, Minggu (2/12/2018) siang tadi usai konferensi pers pengungkapan 500 kilogram lebih ganja kering yang dilakukan Sat Resnarkoba Polresta Banda Aceh.

"Untuk tim penyelidikan dan penyidikan baru bekerja memeriksa saksi. Informasi yang mungkin terkait provokasi ini masih kita dalami. Periksa saksi, pengumpulan barang bukti baru nanti kita bisa tentukan itu, begitu juga dengan tim lainnya yang mencari dan mengejar serta pengamanan di lapas uang masih bekerja," ungkapnya.

Terkait intruksi Kapolda Aceh, Irjen Pol Rio S Djambak yang beberapa waktu lalu mengimbau para napi yang kabur itu untuk segera menyerahkan diri dalam 3x24 jam, Kapolresta mengatakan bahwa pihaknya masih melaksanakan perintah tersebut.

"Sesuai intruksi pimpinan kita, kalau tidak kita tetap mencari dan kalau melawan dan sebagainya kita tindak sesuai SOP yang berlaku, bisa saja ditembak atau sebagainya jika melawan," kata Kapolresta.

Hingga kini, ada 35 napi yang tertangkap termasuk satu orang yang terakhir menyerahkan diri di Mapolsek Kuta Alam. Mereka kini masih mendekam di lapas yang sebelumnya pernah rusak karena dibakar oleh para tahanan yang terprovokasi oleh sejumlah bandar besar narkoba yang ada di lapas itu.

"Untuk tersangka pembunuhan sekeluarga di Gampong Laksana yakni Ridwan, tidak ada di lapas itu, ia ditahan di Lapas Kajhu," tambah Kombes Pol Trisno Riyanto.

Penulis:Hafiz
Rubrik:News

Komentar

Loading...