DPRA: Rancangan Qanun Aceh Tentang Penyelenggaraan Pendidikan Dayah Akan Memperkuat Keberadaan Dayah di Aceh

Rdpu Rancangan Qanun Aceh Tentang Penyelenggaraan Pendidikan Dayah

BANDA ACEH, ACEHPORTAL.COM - Seperti yang kita ketahui bersama, keberadaan dayah sendiri diyakini telah ada sejak masuknya agama Islam di Aceh yakni pada tahun 800 masehi. Cikal-bakal berdirinya dayah itu muncul pada awal-awal islam masuk di Aceh yang bertujuan untuk mendidik masyarakat agar dapat lebih memahami ajaran-ajaran agama, disamping juga untuk menyebarkan agama Islam di Aceh.

Seiring berjalannya waktu, peran dan fungsi dayah juga berkembang. Dayah tidak lagi sebatas tempat pendidikan keagamaan, tetapi juga menyentuh bidang sosial politik.

Menurut ensiklopedi agama islam di kementerian agama republik indonesia, tercatat bahwa dayah tertua di Aceh adalah Dayah Cot Kala yang sudah berdiri sejak abad ketiga hijriah yang dipimpim ulama besar teungku chik muhammad amin.

Para ahli sejarah muslim indonesia telah sepakat bahwa agama Islam masuk ke Indonesia melalui negeri Peureulak Kabupaten Aceh Timur. Kerajaan peureulak diresmikan sebagai kerajaan islam pertama di asia tenggara pada tanggal 1 muharram 225 hijriah atau sekitar tahun 854 masehi, dengan Sultan Said Abdul Aziz Syah.

Beranjak dari fakta sejarah tersebut, dayah-dayah yang tumbuh dan berkembang di Aceh sejak zaman dahulu kala adalah merupakan salah satu perwujudan keistimewaan aceh di bidang pendidikan. Oleh karena itu, dayah dan pesantren telah banyak melahirkan cendekiawan muslim di aceh, termasuk saya sendiri merupakan alumni dari dayah. Atas dasar itulah sudah semestinya, sudah sepatutnya kita isi dan kita perkuat pendidikan dayah di Aceh.

Bila dilihat dari perkembangan dayah di aceh berlangsung dalam keadaan sangat sederhana. Hal ini dapat dilihat dari keadaan tempat yang digunakan adalah hanya mesjid-mesjid dan diikuti oleh beberapa orang saja, sampai sekarang ini, pendidikan sistem dayah di aceh mengalami berbagai fenomena baru yaitu munculnya berbagai pesantren atau dayah yang bersifat terpadu.

Pemerintah Aceh dan DPR Aceh juga sangat besar memberikan perhatian terhadap perkembangan dayah. Salah satu bentuk perhatian pemerintah aceh dan dpr aceh dengan cara meningkatkan status badan pendidikan dan pembinaan dayah menjadi dinas pendidikan dayah, guna lebih maksimal memberikan bantuan-bantuan kepada dayah atau pesantren modern yang memadukan program dayah /pesantren dengan program-program pemerintah.

Bentuk lain dari perhatian pemerintah adalah adanya pengadaan seminar-seminar tentang pendidikan dayah yang tujuannya untuk mengembangkan pendidikan dan pengajaran di dayah, terutama mengenai pengembangan kurikulum dayah.

Dalam undang-undang nomor 11 tahun 2006 tentang pemerintahan Aceh, penyelenggaraan pendidikan merupakan salah satu urusan wajib yang menjadi kewenangan pemerintah aceh dalam skala aceh. Urusan wajib lainnya adalah penyelenggaraan pendidikan yang berkualitas serta menambah materi muatan lokal sesuai dengan syariat islam, hal ini seiring dengan pasal 218 ayat (1) menyebutkan bahwa pemerintah aceh dan pemerintah kab/kota menetapkan kebijakan mengenai penyelenggaraan  pendidikan formal, pendidikan dayah dan pendidikan non formal lain melalui penetapan kurikulum inti dan standar mutu pendidikan sesuai peraturan perundang-undangan.

Sebelumnya, Aceh juga telah memiliki qanun aceh nomor 11 tahun 2014 tentang penyelenggaraan pendidikan. Namun qanun penyelenggaraan pendidikan Aceh ini, belum sepenuhnya dapat menjawab dan menaungi penyelenggaraan pendidikan dayah.

Oleh karena itu, diperlukan regulasi pendidikan dayah melalui qanun, agar menjadi prinsip umum dalam penyelenggaraan pendidikan dayah di Aceh. Upaya pengaturan pendidikan dayah dalam qanun ini adalah sebagai upaya agar dalam penyelenggaraan pendidikan dayah di aceh nantinya dapat lebih terencana, terarah, terpadu, sistematis, serta sesuai dengan harapan para ulama, masyarakat aceh dan ketentuan yang berlaku.

Disamping itu, peranan para ulama melalui lembaga pendidikan dayah telah sangat berjasa mengajarkan pendidikan agama sampai sekarang ini. Berkat jasa para ulama itu juga sekarang ini lembaga pendidikan dayah dan balai-balai pengajian sudah tersebar di seluruh pelosok Aceh.

Penulis:redaksi
Rubrik:DPRA

Komentar

Loading...