4 Penambang Emas Ilegal dan 2 Beko Diamankan di Beutong Nagan Raya

Tambang emas ilegal di Nagan Raya

BANDA ACEH, ACEHPORTAL.COM - Tim gabungan Subdit IV Tipidter Dit Reskrimsus Polda Aceh bersama Sat Reskrim Polres Nagan Raya mengamankan empat penambang emas ilegal di kawasan Beutong, Nagan Raya, Selasa (30/10/2018).

Kapolres Nagan Raya, AKBP Giyarto melalui Kasat Reskrim, AKP Boby Putra Ramadhan Sebayang mengatakan, empat penambang emas ilegal ini diamankan setelah dilakukan operasi terpadu terhadap kegiatan penambangan emas ilegal di kawasan Gampong Pante Ara, Kecamatan Beutong, Nagan Raya.

"Operasi terpadu ini kita pimpin langsung bersama Kasubdit IV Tipidter Dit Reskrimsus Polda Aceh, Kompol Guntur Muhammad Tariq, hasilnya ada empat penambang ilegal yang kita amankan di dua lokasi terpisah," ujarnya saat dikonfirmasi.

Trsangka pertama yang diamankan di lokasi pertama yakni BG (21) selaku operator beko yang bekerja di lokasi, warga Langsa. Sementara tiga orang lainnya yang diamankan di lokasi penambangan kedua yakni MA (60) dan SYS (28) selaku pengelola kegiatan tambang ilegal, warga Kruengisep, Nagan Raya serta NRD (40), operator beko, warga Kecamatan Seunagan Timur, Nagan Raya.

"Dari penangkapan ini kita amankan dua unit excavator merek Komatsu dan Hitachi dari kedua lokasi. Para pelaku menambang emas dengan mengeruk pasir di pinggiran sungai menggunakan beko, kemudian pasir disaring menggunakan alat penyaring (asbuk) untuk dipisahkan dan diindang untuk mendapatkan emas," jelas Boby.

Kasat menambahkan, keempat pelaku sementara tadi diamankan di Mapolres Nagan Raya. Namun dinihari, para tersangka dan barang bukti akan dipindahkan dan diamankan di Mapolda Aceh untuk diproses lanjut.

"Tadi diamankan di Mapolres, tapi sekarang dalam perjalanan ke Mapolda Aceh, kasus ini ditangani lebih lanjut oleh Dit Reskrimsus Polda Aceh. Tersangka dijerat UU RI Nomor 4 Tahun 2009 tentang Pertambangan Mineral dan Batubara," tambahnya.

Penulis:Hafiz
Rubrik:Headline

Komentar

Loading...