Cabuli Lima Siswinya, Plt Kepsek MTsN di Aceh Selatan Ditangkap

ilustrasi-pencabulan

BANDA ACEH, ACEHPORTAL.COM - Sat Reskrim Polres Aceh Selatan mengamankan salah seorang Plt Kepala Sekolah di salah satu MTsN Aceh Selatan berinisial YS (44) atas kasus pelecehan seksual yang dilakukannya terhadap siswinya, Senin (29/10/18).

Kapolres Aceh Selatan, AKBP Dedy Sadsono saat dikonfirmasi melalui telepon seluler mengatakan, tersangka diamankan setelah diketahui mencabuli sekitar lima orang siswinya yang menuntut ilmu di sekolah swasta tersebut.

"Modus yang dilakukan tersangka YS dengan berpura-pura bisa mengobati korban yang sakit. Tersangka membawa korbannya ke ruangan Kepala Sekolah, kemudian baru melakukan praktik pengobatan," ujar Kapolres.

Disana, jelas Kapolres, praktik yang dilakukan berujung ke aksi pelecehan seksual terhadap korban. Atas aksi bejat itulah, para korbannya yang tidak terima akan hal itu langsung melaporkan YS ke polisi dan ditangani oleh Unit PPA Sat Reskrim Polres Aceh Selatan.

"Saat ini masih dilakukan pemeriksaan lebih lanjut terhadap sejumlah saksi termasuk tersangka sendiri, tersangka ditahan," kata Dedy.

Para korbannya sendiri, sambung Kapolres, ditangani dengan cara berkoordinasi dengan pihak P2TP2A Aceh Selatan agar didampingi serta mengirimkan permintaan Psikologis kepada ahlinya.
Sementara, informasi lainnya yang diperoleh, perlakuan tidak menyenangkan itu terjadi pada pertengahan bulan Oktober lalu di sekolah tersebut, tepatnya di kawasan Gampong Simpang Empat, Kecamatan Kluet Utara, Aceh Selatan.

Salah seorang korbannya berusia 14 tahun, sebut saja Bunga, siswi di sekolah itu. Korban, saat itu sedang sakit perut dan pusing. Pelaku kemudian mengajak korban ke ruangan kepala sekolah yang kemudian menunjukkan praktik pengobatan.

Pelaku, memijat bahu korban sambil mulut komat-kamit seperti membaca doa. Selain memijat bahu, YS merasa payudara dan bagian kelamin korban. Perbuatan ini pun kemudian diberitahukan ke orang tua Bunga sehingga dilaporkan.

Awalnya, orang tua korban melaporkan hal ini ke pihak sekolah yang kemudian pihak Komite Sekolah melakukan pemeriksaan. Alhasil, diketahui bahwa ada sejumlah korban lainnya yang pernah mengalami hal yang sama sehingga dilanjutkan dengan melapor ke polisi.

Penulis:hafiz
Rubrik:Headline

Komentar

Loading...