Pengrusakan dan Pembakaran Polsek Bendahara, Polda Aceh Bentuk Tim Khusus untuk Pemeriksaan

Foto: Acehportal.com
Banda Aceh, Acehportal.com - Polda Aceh membentuk tim khusus untuk pemeriksaan terhadap sejumlah anggota Polsek Bendahara Polres Aceh Tamiang yang diduga melakukan kesalahan prosedur atas penangkapan seorang pengedar narkoba berinisial AY (31).
Tersangka AY pun tewas beberapa hari lalu tak lama setelah ditangkap polisi, sehingga berbuntut pada pengrusakan dan pembakaran Mapolsek Bendahara, Selasa (23/10/2018) lalu.
Kapolda Aceh, Irjen Pol Rio S Djambak melalui Kabid Humas, Kombes Pol Misbahul Munauwar mengatakan, tim khusus yang dibentuk terdiri dari Itwasda, Bid Propam, Dit Intelkam dan Dit Reskrimum Polda Aceh beserta Polres Aceh Tamiang.
"Tim ini dibentuk Rabu (24/10/2018) kemarin, sehari pasca pengrusakan dan pembakaran Mapolsek Bendahara, tim ini langsung berangkat ke Aceh Tamiang dan tim ini memang dituntut Kapolda untuk segera bekerja," ujar Kabid Humas Jumat (26/10/2018) malam di ruang kerjanya.
Kabid Humas menjelaskan, dari hasil penyelidikan tim beberapa hari lalu, awalnya ada empat anggota yang diduga melakukan kesalahan prosedur dalam penangkapan itu, termasuk Kapolsek Bendahara sebelumnya, yakni Ipda IW.
Sementara, tiga personel lainnya yakni berinisial AM, BH dan MS. Namun setelah dilakukan penyelidikan lebih lanjut, diketahui ada dua anggota lainnya yang diduga ikut terlibat dalam kasus itu yakni DDS dan FS.
"Jumlahnya ada 6 personel termasuk Kapolsek sebelumnya, saat kini mereka masih diperiksa tim yang dibentuk langsung Kapolda untuk mencari tahu apakah mereka melanggar masalah disiplin, kode etik atau itu berbentuk pidana umum," katanya.
"Jika memang melanggar disiplin atau kode etik, hukuman terberatnya berupa Pemberhentian Dengan Tidak Hormat (PTDH), namun jika itu pidana umum, maka diproses sesuai Undang-undang yang berlaku dan disidang di pengadilan," sambungnya.
Pemeriksaan keenam anggota tersebut, jelas Misbah, hingga kini masih dilakukan di Mapolres Aceh Tamiang. Hal ini karena Polres Aceh Tamiang dinilai masih mampu untuk menangani permasalahan itu, sehingga Kapolda hanya memerintahkan tim khusus Polda Aceh untuk membantu proses pemeriksaan.
Terkait pengrusakan dan pembakaran Mapolsek Bendahara, lanjutnya, Kapolda juga memerintahkan tim untuk segera memproses peristiwa itu dan menindak tegas para pelaku yang terlibat dalam pengrusakan dan pembakaran Polsek Bendahara.
"Hingga kini tim masih bekerja dan mencari tahu siapa saja yang terlibat dalam pengrusakan dan pembakaran Mapolsek Bendahara, siapa saja pelakunya, provokator dan lain sebagainya," jelas Misbah.
"Untuk fungsi Polsek sendiri sekarang masih berjalan seperti biasa setelah dibersihkan puing-puing kerusakannya kemarin. Polres Aceh Tamiang juga membangun tenda, jadi pengaduan tetap diterima dan pelayanan kepada masyarakat tetap diberikan," jelasnya lagi.
Dirinya juga mengimbau masyarakat agar tidak main hakim sendiri serta tidak terprovokasi oleh orang-orang yang tak bertanggung jawab yang menginginkan situasi tidak kondusif di Aceh pada umumnya dan di Aceh Tamiang khususnya.
"Jika ada permasalahan, lakukan musyawarah, jangan main hakim sendiri. Pengrusakan dan pembakaran Mapolsek ini merupakan tindak kriminal, merusak aset milik negara. Polsek merupakan tempat pengaduan dan pelayanan bagi masyarakat," imbau Kabid Humas.
Seperti diberitakan sebelumnya, sejumlah. Lah masyarakat membakar dan merusak Polsek Bendahara. Hal itu dilakukan setelah mengetahui terduga pengedar sabu, AY yang ditangkap personel Polsek Bendahara tewas. Diduga, tewasnya AY karena dianiaya.
Ipda IW, diberhentikan dari jabatannya sebagai Kapolsek Bendahara oleh Kapolda Aceh beberapa jam pasca insiden itu. Kini, Kapolsek pengganti yakni AKP Sumasdiono yang kemarin menjalani sertijab di Lapangan Parama Satwika Polres Aceh Tamiang yang dipimpin langsung Kapolres, AKBP Zulhir Destrian.
Kapolda Aceh, Irjen Pol Rio S Djambak bersama rombongan pejabat utamanya juga sudah mengunjungi rumah AY untuk meminta maaf serta menyerahkan santunan kepada pihak keluarga korban.
Kunjungan itu disambut langsung dan didampingi unsur Forkopimda Aceh Tamiang yang kemudian berlanjut dengan melakukan pengecekan ke Mapolsek Bendahara yang telah dirusak dan dibakar.
"Saat kunjungan kemarin, Kapolda dengan unsur Forkopimda Aceh Tamiang juga membahas rencana merenovasi ulang Mapolsek. Polsek itu sebelumnya memang sedang direnovasi, menggunakan dana hibah APBK Aceh Tamiang," tambahnya.
Selain Kapolda dan pejabat utama Polda Aceh serta unsur forkopimda kabupaten setempat, kunjungan juga dilakukan anggota Komisi III DPR RI asal Aceh dari Fraksi PNS yakni Nasir Djamil. Dirinya juga menuntut agar permasalahan itu dapat diselesaikan dengan cepat.()
Penulis:Hafiz
Rubrik:Hukum

Komentar

Loading...