CMI Temui Ketua DPRA dan Pimpinan Fraksi

Tgk Muharuddin bersama senior Advisors of Crisis Management Initiative (CMI), Jakko Oksanen

BANDA ACEH, ACEHPORTAL.COM - Tgk Muharuddin menyambut kedatangan rombongan senior Advisors of Crisis Management Initiative (CMI), Jakko Oksanen dan Minna Kukkonen-Karlender, di Kantor DPRA Kamis (18/10/2018).

Rombongan CMI ini disambut langsung Ketua DPRA, bersama Para Ketua Fraksi serta Komisi DPRA di Ruang Ketua DPRA.

Kepada CMI, Muharuddin menyanpaikan harapan kepada CMI agar bersedia membantu mediasi persoalan dan kendala yang dihadapi Aceh dengan pemerintah Indonesia, karena banyak hal yang belum dipenuhi oleh pemerintah RI.

Jaakoo dalam pertemuan itu menjelaskan, bahwa pertemuannya dengan pimpinan dan anggota DPRA tersebut untuk membahas informasi terbaru terkait perkembangan proses perdamaian di Aceh.

"Setelah usai konflik di Aceh, ke negara manapun kami pergi, kami seolah seperti duta dari Aceh, banyak pihak yang menanyakan bagaimana Aceh berdamai, dan bagaimana Aceh setelah damai; bagaimana bisa Aceh berkembang cepat seperti sekarang ini. Hal ini telah menjadi hal umum yang ditanyakan orang-orang kepada Kami."terangnya.

Oleh karena itu pihak dari CMI di Swedia berangkat ke Aceh, untuk melihat perkembangan saat ini agar CMI tidak salah persepsi tentang Aceh karena banyak orang dari negara lain bertanya tentang Aceh.

CMI merupakan non-goverment organization (NGO) yang berasal dari Finlandia ikut berperan serta dalam memfasilitasi dialog langsung antara Pemerintah R.I dan G.A.M di Helsinki, Finlandia, yang saat itu CMI dipimpin oleh pendiri CMI itu sendiri, Presiden Finlandia Martti Ahtisaari.

Jaakoo menambahkan, CMI tidak turut campur terhadap hal-hal yang diberikan Pemerintah R.I untuk Aceh setelah penandatangan MoU Helsinki.

"Kami disini hanya untuk menambah pengetahuan kami terhadap Aceh saat damai. Tentu saja masih ada perbedaan prinsip antara Aceh dengan Pemerintah R.I., tapi semua hal tersebut tergantung rakyat Aceh sendiri bagaimana menyelesaikannya dengan lebih bijak, apakah dengan lobi-lobi politik, atau pun dengan perkembangan pengetahuan yang mampu dicapai rakyat Aceh sendiri, semua itu tergantung Aceh sendiri, dimana CMI tidak mungkin terlibat dalam hal tersebut." terangnya lagi.

Penulis:redaksi
Rubrik:DPRA

Komentar

Loading...