BNNP Aceh Gelar Raker Program Pemberdayaan Masyarakat Anti Narkoba di Instansi Pemerintah

Kepala BNNP Aceh, Brigjen Pol Faisal Abdul Naser

BANDA ACEH, ACEHPORTAL.COM - Badan Narkotika Nasional Propinsi (BNNP) Aceh melalui Seksi Pemberdayaan Masyarakat Bidang P2M BNNP Aceh melaksanakan Rapat Kerja (Raker) Program Pemberdayaan Masyarakat Anti Narkoba di Instansi Pemerintah.

Kegaitan tersebut dihadiri oleh berbagai stakholder dari berbagai Instansi Pemerintah Aceh yang berlangsung di Sultan Hotel, Banda Aceh, Kamis (18/10/2018) siang.

Kepala BNNP Aceh, Brigjen Pol Faisal Abdul Naser dalam sambutannya menyampaikan, peran aktif khususnya instansi pemerintah dalam mendukung program P4GN sangat diperlukan.

Ia melanjutkan, pemberdayaan masyarakat anti narkoba dapat dilakukan dengan berbagai cara seperti sosialisasi, advokasi dan diseminasi informasi kepada seluruh lapisan masyarakat yang disesuaikan dengan program dari masing-masing instansi.

Menurutnya, permasalahan narkoba ini bukan urusan BNN saja, bukan urusan Polri, namun merupakan urusan semua pihak.

"Hal ini sudah menjadi tanggung jawab kita semua untuk melakukan upaya Pencegahan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN) dilingkungan masing-masing," ujarnya.

"Aceh saat ini sudah menjadi tempat transir narkoba, dimana narkoba dimasukkan dulu ke Aceh kemudian baru disebarkan ke propinsi lain di Indonesia," kata Faisal.

Brigjen Pol Faisal menambahkan, barang haram yang masuk ke Aceh itu merupakan barang original dengan kualitas nomor satu, dimana setelah masuk barang haram itu dapat di produksi lagi menjadi lebih banyak kemudian baru disebarkan kembali.

"Satu kilogram sabu yang kualitas terbaik dapat diolah kembali menjadi 4 hingga 5 kilogram sabu," ungkap Faisal.

Peredaraan narkoba, lanjutnya, semakin hari semakin bertambah gencar dilakukan pengedar. Namun demikian BNNP Aceh juga tidak kalah gencar untuk memberantaskannya.

Hal tersebut terbukti dengan beberapa tempat dilakukan penindakan oleh BNNP Aceh dan berhasil menyita puluhan bahkan ratusan kilo gram sabu dan juga ganja diamankan oleh BNNP Aceh beberapa waktu lalu.

"Bahkan, kita juga sudah menangkap salah satu manajer kantor pos yang terlibat dalam pengiriman narkoba jenis ganja dari Aceh ke daerah lain beberapa waktu yang lalu," jelasnya.

Jenderal bintang satu ini juga mensosialisasikan Intruksi Presiden Nomor 6 Tahun 2018 tentang Rencana Aksi Nasional P4GN dan Prekursor Narkotika dimana setiap instansi pemerintah sudah memiliki tugas dan tanggung jawab masing-masing.

Dirinya juga meminta kepada seluruh instansi di Aceh ini baik itu instansi vertikal maupun instansi pemerintah daerah untuk menyusun rencana aksi dari Pencegahan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN) dalam rangka untuk membasi narkoba di Aceh.

"Perlu juga rencana aksi tentang upaya pencegahan penyalagunaan narkotika atau pola hidup sehat di lingkungan masyarakat, sehingga tujuan Aceh terbebas dari penyalahgunaan narkoba dapat terwujud,” ungkapnya lagi.

Selain itu, dapat dilakukan dengan menggalang kerja sama secara optimal dalam menyelesaikan masalah narkotika dengan harapan dapat menurunkan jumlah pecandu serta korban penyalagunaan narkotika.

"Mari kita berantaskan narkoba di bumi serambi mekkah ini sampai ke akar-akarnya," ajak Faisal Abdul Naser.

Penulis:Hafiz
Rubrik:News

Komentar

Loading...