Kantor BKIPM Aceh Wilayah Kerja Banda Aceh Sudah Beroperasi

Kepala BKIPM Aceh, Diky Agung Setiawan di kawasan TPI Pelabuhan Perikanan Samudera Lampulo

BANDA ACEH, ACEHPORTAL.COM - Badan Karantina Ikan Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan (BKIPM) Aceh telah membuka kantor wilayah kerja di kawasan TPI Pelabuhan Perikanan Samudera Lampulo, Kecamatan Kuta Alam, Banda Aceh sejak 1 Oktober 2018 kemarin.

Dibukanya kantor wilayah kerja Banda Aceh ini bertujuan untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat terkait sertifikasi  kesehatan ikan dan keamanan mutu hasil perikanan di kota Banda Aceh terhadap ikan yang akan di lalulintaskan keluar Aceh,

Kepala BKIPM Aceh, Diky Agung Setiawan mengatakan, selama sepekan kantor layanan beroperasi, telah mensertifikasi ikan yang dilalulintaskan sebanyak 220 ton dengan tujuan Medan, Sibolga dan Padang.

"Dengan tertibnya sertifikasi kesehatan ikan dan keamanan mutu hasil perikanan ini maka pemerintah akan mempunyai data yang ril terkait produk perikanan yang dilalulintaskan melalui jalur darat keluar Aceh, baik untuk konsumsi maupun sebagai bahan baku di Unit Pengolahan Ikan yang ada Sumatera Utara," ujarnya Selasa (9/10/2018).

Diky menjelaskan, pihaknya sangat berterimakasih atas dukungan yang diberikan pemerintah Aceh dan para pelaku usaha perikanan di kawasan Lampulo yang sangat antusias dalam mendukung program BKIPM untuk jaminan keamanan hasil perikanan dan kedaulatan perikanan Aceh.

Dirinya juga mengimbau kepada seluruh pelaku usaha yang melakukan pengiriman komoditi hasil perikanan di seputar kota Banda Aceh, agar melapor untuk disertifikasi oleh petugas karantina ikan.

"Hal ini dikarenakan dalam UU Nomor 16 Tahun 1992 dikatakan bahwa setiap media pembawa (komoditi hasil perikanan) yang akan dilalulintaskan antar area wajib dilaporkan dan diserahkan kepada petugas karantina untuk dilakukan tindakan karantina," katanya.

Data yang diperoleh ini, lanjut Diky, nantinya akan menjadi supporting data perikanan Aceh ke BPS Aceh sebagai otoritas data nasional yang ada di provinsi Serambi Mekkah ini.

"BKIPM Aceh akan terus membuka kantor wilayah kerja di kabupaten/kota yang memiliki potensi besar terhadap produk perikanan sebagai upaya Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) Republik Indonesia dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat perikanan Aceh serta meningkatkan keakuratan data produk perikanan di Aceh," tutupnya.

Menurut data yang diperoleh pihak BKIPM Aceh dari Kantor Wilayah Kerja Banda Aceh sejak dibukanya kantor itu pada tanggal 1 hingga 8 Oktober kemarin, setidaknya ada sekitar 211,475 kilogram (200 ton lebih) ikan segar yang terdata dan tersertifikasi yang kemudian dikirim ke luar Aceh.

"Pada 4 Oktober kemarin ada 42.000 ribu kilogram ikan segar, tanggal 5 ada 28.500 ribu kilogram, tanggal 6 ada 69.330 ribu kilogram, tanggal 7 ada 35.220 ribu kilogram dan kemarin (tanggal 8) ada 36.4225 ribu kilogram ikan segar yang terdata dan tersertifikasi sebelum dikirim ke luar Aceh," ungkap Diky.

Sebanyak 220 ton ikan segar yang dikirim ke luar Aceh tersebut, sambung Diky, merupakan jenis ikan tongkol, cakalang, tuna sirip kuning, dencis dan beberapa jenis ikan lainnya.

"Alhasil, negara mendapatkan Pendapatan Negara Bukan Pajak (PNPB) senilai Rp 2.539.750 dari kegiatan lalulintas hasil perikanan ini," tambahnya.

Penulis:Hafiz
Rubrik:Umum

Komentar

Loading...