Kirim Ganja, Seorang PNS BPN Aceh dan Mahasiswi Ditangkap

Seorang PNS BPN Aceh dan Mahasiswi Ditangkap

BANDA ACEH, ACEHPORTAL.COM - Sat Resnarkoba Polresta Banda Aceh menangkap dua orang perempuan yang diduga sebagai kurir ganja. Keduanya ditangkap karena berkaitan dengan pengiriman ganja ke luar Aceh dengan menggunakan sejumlah jasa pengiriman barang.

Kedua tersangka yang ditangkap yakni NDL (54), PNS BPN Aceh, warga Gampong Lhong Raya, Kecamatan Banda Raya dan KNK (20), Mahasiswi, warga Dusun Bak Sukon Lam Aling, Kecamatan Kuta Cot Glie, Aceh Besar.

Kapolresta Banda Aceh, Kombes Pol Trisno Riyanto melalui Kasat Resnarkoba, AKP Budi Nasuha Waruwu mengatakan, penangkapan dilakukan Kamis (4/10/2018) kemarin di kantor salah satu jasa pengiriman barang Elteha yang berada di kawasan Kecamatan Lueng Bata, Banda Aceh.

"Penangkapan dilakukan sekira pukul 12.30 WIB kemarin berdasarkan informasi yang kita peroleh dari masyarakat," ujar Kasat Jumat (5/10/2018).

Dari penangkapan ini, polisi mengamankan barang bukti tiga bal ganja kering terbalik isolatip warna cokelat yang beratnya kurang lebih sekitar 2,7 kilogram. Selain itu, diamankan satu unit telepon seluler merek Nokia dan selembar resi nomor pengiriman paket tersebut.

"Awalnya NDL tertangkap tangan di lokasi setelah kita terima informasi masyarakat. Saat ditangkap, NDL akan mengirim ganja melalui jasa pengiriman barang Elteha. Paket ganja ini akan dikirim ke Restoran Abu Nawas yang ada di Jakarta dengan nama penerima Suryadi yang kini masih buron," ungkapnya.

NDL mengaku paket ganja ini didapatkan dari KNK sebelumnya. Tersangka KNK pun akhirnya ditangkap tidak lama kemudian di sebuah warung kopi yang berada di belakang Kantor BPN Aceh yang merupakan kantin kantor itu. Keduanya pun digiring ke Mapolresta Banda Aceh untuk ditindaklanjuti.

"Menurut pengakuan NDL, paket ganja ini didapat dari seorang pria berinisal SNI yang kini masih buron melalui perantara KNK. Saat KNK kita tangkap, SNI yang diketahui sebagai pacarnya KNK juga ada di lokasi namun berhasil kabur," kata Kasat.

Tersangka NDL, sambungnya, menerima paket ganja ini dari KNK di wilayah Simpang Mesra, Kecamatan Syiah Kuala, Banda Aceh sekira pukul 12.00 WIB kemarin. NDL diperintahkan oleh SNI untuk mengirim paket ganja ini menggunakan jasa pengiriman Elteha.

"NDL menerima uang sebanyak Rp 250 ribu dari SNI untuk mengirim paket ganja itu dan sebagai upah untuk pengirim paket ganja itu. Sebanyak Rp 168 ribu digunakan untuk biaya pengiriman sementara sisanya sebagai upah," jelasnya.

Tersangka NDL mengaku, pengiriman seperti ini sudah dilakukannya sebanyak tujuh kali melalui sejumlah jasa pengiriman barang lainnya, termasuk PT Pos Indonesia. Di Kantor Pos Darussalam, NDL mengirim paket ganja sebanyak tiga kali dan di Kantor Pos Simpang Mesra sebanyak satu kali.

"Sementara di Kantor Elteha ini diakui sebanyak tiga kali, saat ini masih kita kembangkan dan mencari keberadaan tersangka yang kabur sebelumnya termasuk dugaan adanya keterlibatan tersangka lain," tambah Budi.

Penulis:Hafiz
Rubrik:News

Komentar

Loading...