MaTA: Ada Rumah Sakit Minta Pasien BPJS Beli Obat di Luar Faskes

Ilustrasi

BANDA ACEH, ACEHPORTAL.COM - Masyarakat Transparansi Aceh (MaTA) masih menemukan adanya pihak rumah sakit yang meminta pasien BPJS untuk membeli obat di luar fasilitas kesehatan rumah sakit di Banda Aceh. Hal ini dikatakan pihak MaTA saat melaksanakan konferensi pers di Kantor MaTA, Banda Aceh, Selasa (25/9/2018) siang.

Koordinator Bidang Hukum dan Politik MaTA, Baihaqi mengatakan, berdasarkan Peraturan Menteri Kesehatan (Permenkes) Nomor 28 Tahun 2014 tentang  Pedoman Pelaksanaan Program Jaminan Kesehatan Nasional, peserta BPJS tidak dibenarkan membeli obat di luar Faskes. Seluruh kebutuhan obat sudah tersedia seperti yang tercantum dalam Formularium Nasional (Fornas).

"Masih menemukan ada rumah sakit yang meminta pasien BPJS membeli obat di luar, padahal itu tidak boleh karena penyediaan obat di Faskes itu mengacu dalam Fornas,” ujarnya.

Dicontohkan, pada 2017 lalu pihaknya masih menemukan ada pasien BPJS di Rumah Sakit Umum Meuraxa, Banda Aceh yang membeli obat di luar rumah sakit. Hal ini terjadi akibat sering mengalami kekosongan obat di rumah sakit plat itu.

“Ini terjadi di rumah sakit itu tahun 2017 lalu pernah terlilit utang dengan distributor obat, bahkan Kejati Aceh pernah mengusut kasus utang rumah sakit itu,” ungkap Baihaqi.

Obat yang kerap diminta untuk membeli di luar Faskes adalah obat untuk penyakit paru-paru, diabetes, jantung, sesak, penyakit kulit, kejang, saraf dan darah tinggi. Sedangkan untuk jenis obat seperti jarum suntik, Lotus Solostar Insulin Glargine, Carbamazepi   Coxavit,  Berotec 100 mcg, Salap, Calcium Laktat, Cefadroxil Syrup.

“Harganya berkisar Rp 8 ribu sampai Rp 100 ribu, rata-rata pasien membeli obat di luar tanpa meminta kwitansi pembayaran pada apotik,” jelasnya lagi.

Pemantauan ini, dilakukan pihaknya pada pasien rawat jalan yang ada di Rumah Sakit Umum Meuraxa dan Rumah Sakit Umum Zainal Abidin (RSUZA), Banda Aceh. “Sedangkan rawat inap sedikit suliti untuk dipantau,” ungkap Baihaqi lagi.

Namun, MaTA tidak menemukan ada dokter di RSUZA meminta untuk membeli obat di luar Faskes. Semua obat yang ada di rumah sakit rujukan di Serambi Mekkah ini sesuai dengan prosedur yang telah ditetapkan.

“Kalau pun ada pasien yang minta, dokter tidak memberikan dan menyarankan untuk datang ke klinik,” jelasnya.

Untuk pelayanan pasien, Rumah Sakit Umum Meuraxa dan RSUZA Banda Aceh sendiri sudah melalui pelayanan online dan sudah ada tools khusus yakni pasien bisa mendaftar tanpa harus mengisi formulir secara manual.

“Di RSUZA Banda Aceh juga resep obat sudah secara online, jadi pasien tidak lagi pegang kertas resep dokter,” katanya.

Akan tetapi, MaTA menemukan masih terjadi antri saat pengambilan obat. Menurut pihaknya, hal ini terjadi karena antrian pasien saat mengambil obat terlalu banyak, sehingga pasien harus menunggu lama.

Komentar

Loading...