16.580 Personil Dilibatkan Dalam Ops Mantap Brata Rencong 2018 

16.580 Personil Dilibatkan Dalam Ops Mantap Brata Rencong 2018 

BANDA ACEH, ACEHPORTAL.COM - Polda Aceh melaksanakan Operasi Mantap Brata Rencong Tahun 2018 Apel ditandai dengan penyematan pita operasi kepada perwakilan personil Polri, TNI dan Satpol PP serta juga digelar peralatan sarana dan prasarana pendukung operasi di Halaman Mapolda Aceh, Banda Aceh, Rabu (19/9/2018) pagi.

Personel yang dilibatkan dalam operasi yang untuk Aceh ini melibatkan 9980 personil Polda Aceh dan 6600 Prajurit TNI, total keseluruhan 16.580 personil.

Gelar pasukan ini dipimpin langsung Kapolda, Irjen Pol Rio S Djambak dan dihadiri PLT Gubernur Aceh, Nova Iriansyah, Pangdam IM, Mayjen TNI Teguh Arief Indratmoko, pejabat Forkompimda Aceh, Wakapolda, Irwasda, Pejabat TNI/Polri lainnya beserta seluruh jajaran dan para undangan lainnya.

Selain itu, apel gelar pasukan ini juga diikuti Perwira Polri, Bintara, Prajurit TNI dan instansi terkait lainnya seperti Basarnas, termasuk Satpol PP dan WH, petugas damkar, RAPI dan Dinas Perhubungan.

Dalam amanat Kapolri, Jenderal Polisi Tito Karnavian yang dibacakan Kapolda mengatakan, apel gelar pasukan ini diselenggarakan di seluruh jajaran dengan tujuan untuk mengecek kesiapan personil, sarana dan prasarana sebelum diterjunkan untuk melaksanakan pengamanan.

"Dengan demikian, pemilu tahun 2019 akan dapat diselenggarakan dengan aman, lancar dan damai," ungkap Jenderal Bintang Dua tersebut.

Dijelaskan, pemilihan umum dapat dikatakan sebagai penanda utama demokrasi (the hallmark of democracy) karena masyarakat diajak untuk ikut serta menentukan pemimpinnya pada periode mendatang. Dalam kaitan itu, bangsa Indonesia akan kembali menyelenggarakan pesta demokrasi pemilu tahun 2019 yang tahapannya tengah berlangsung saat ini.

"Pemilu tahun 2019 memiliki kompleksitas kerawanan dan karakteristik yang khas, karena untuk pertama kalinya Pileg dan Pilpres akan dilaksanakan secara serentak dengan ambang batas Parlemen/Parliamentary threshold sebesar 4 persen," katanya.

Dalam kacamata Kamtibmas, peningkatan intensitas kegiatan politik ini tentunya dapat memunculkan potensi kerawanan di bidang keamanan, diantaranya yang cukup menjadi perhatian bagi Polri adalah pemanfaatan politik identitas, penyebaran isu-isu yang dapat memecah belah persatuan bangsa, serta penyebaran hoax dan hate spech yang berpotensi menimbulkan konflik sosial di tengah-tengah kehidupan bermasyarakat.

"Untuk itu, Polri dibantu dengan unsur TNI dan stakeholders terkait lainnya akan menggelar operasi Kepolisian terpusat dengan sandi " Mantap Brata 2018" yang dilaksanakan selama 397  hari, terhitung mulai tanggal 20 September 2018 hingga 21 oktober 2019, di seluruh wilayah Indonesia dengan melibatkan 272.886 personil Polri," jelasnya.

Operasi ini, diselenggarakan dengan mengedepan preemtif dan preventif yang didukung kegiatan intelijen, penegakan hukum, kuratif dan rehabilitas melalui penggelaran fungsi-fungsi Kepolisian dalam bentuk satuan tugas tingkat pusat, tingkat daerah dan tingkat Polres.

"Dalam kesempatan ini, kembali saya tekankan bahwa Polri berkomitmen untuk terus bekerja keras guna menjamin penyelenggaraan pemilu tahun 2019 agar dapat berjalan dengan aman, lancar dan damai," katanya lagi.

Keberhasilan Polri, TNI dan seluruh elemen dalam pengamanan pemilu tahun 2014, serta Pilkada serentak tahun 2015, 2017 dan 2018, lanjut Kapolda, menjadi salah satu referensi penting dalam pengamanan pemilu tahun 2019, kata Kapolri lagi.

Penulis:Hafiz
Rubrik:Headline

Komentar

Loading...