BNNP dan Polda Aceh Gagalkan Penyelundupan Ganja di Kantor Pos

BANDA ACEH, ACEHPORTAL.COM - Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) bersama Polda Aceh mengungkap jaringan peredaran gelap narkoba. Dari pengungkapan ini, sebanyak 7 orang diamankan dan dua orang lainnya hingga kini masih dalam pengejaran petugas.

Kepala BNNP Aceh, Brigjen Pol Faisal Abdul Naser mengatakan, dari ketujuh pelaku yang ditangkap, seorang tersangka diantaranya merupakan pegawai PT Pos Indonesia di Kuta Alam, yakni OM. Enam orang lainnya berinisial HM, MU, RA, FD, MZ dan RZ.

"Dua orang yang masih buron yakni MN dan TY," ujarnya dalam konferensi pers yang dilaksanakan di Kantor BNNP Aceh, Banda Aceh, Kamis (13/9/2018) didampingi para Kabid dan staf lainnya.

Faisal menjelaskan, dari penangkapan ini petugas menyita barang bukti 180 kilogram ganja kering yang dikemas masing-masing sebanyak 7 pak seberat 150 kilogram dan 28 bal seberat 30 kilogram. Rencananya, ganja ini akan dikirim ke Tangerang.

"Tersangka TY yang masih buron merupakan pemesan ganja itu, dia pesan kepada HM dilengkapi alamat yang akan dikirim, dipesan pada awal September kemarin. HM kemudian menghubungi rekannya yakni MN (buron) untuk menyiapkan barang," ungkapnya.

Pada 7 September kemarin, MN melapor bahwa barang yang dipesan sudah tersedia. HM kemudian mengarahkan agar barang itu dibawa ke rumah RA di kawasan Gampong Ateuk Batee, Kecamatan Sukamakmur, Aceh Besar. Disana, RA dibantu oleh RZ untuk mengemas ganja sesuai arahan tersangka HM dan OM.

"Ganua dikemas berbentuk paket segitiga dan segiempat yang menyerupai interior rumah. Pada 8 September, paket selesai dan siap dikirim. HM menghubungi MU untuk menyiapkan mobil mengangkut paket itu, MU dibayar Rp 3 juta untuk mengantar paket itu," katanya.

Pada 9 September, lanjut Faisal, paket siap dibawa ke Kantor Pos Kuta Alam. HM kemudian menghubungi OM untuk mengetahui situasi kantor pos agar pengiriman paket ini berjalan lancar. OM kemudian menginformasikan kondisi kantor sepi dan menyarankan agar paket itu langsung dibawa.

"OM memberi petunjuk jika ada petugas kantor pos yang menanyakan isi paket, jawabannya adalah interior. MU kemudian mengantar paket itu ke Kantor Pos Kuta Alam. Paket akan dikirim pada Senin (10/9/2018) sesuai jadwal dan disimpan di gudang penyimpanan," jelasnya.

Petugas yang memperoleh informasi upaya penyelundupan ratusan kilogram ganja kering ini kemudian langsung melakukan penyelidikan dan menangkap MU serta OM selaku pegawai kantor pos.

"Setelah kita bersama Dit Resnarkoba Polda Aceh melakukan pengembangan, ditangkap tersangka lainnya yakni HM, RA dan RZ serta FR dan MZ selaku penyokong dana. Kasus ini masih terus dikembangkan," tambah Brigjen Pol Faisal Abdul Naser.

Penulis:hafiz
Rubrik:Hukum

Komentar

Loading...