Herman Juga Jadi DPO Polda Metro Jaya dan Polda Aceh

images

BANDA ACEH, ACEHPORTAL.COM - Selain menjadi buronan Sat Resnarkoba Polresta Banda Aceh selama 24 hari, pemberi sabu ke tukang jahit yakni BD alias Herman (45), Wiraswasta, warga Gampong Bineh Blang, Kecamatan Ingin Jaya, Aceh Besar diketahui masuk dalam daftar pencarian orang (DPO) Polda Metro Jaya, Polda Aceh serta Polres Aceh Besar.

Hal ini dikatakan Kapolresta Banda Aceh, Kombes Pol Trisno Riyanto melalui Kasat Resnarkoba, AKP Budi Nasuha Waruwu setelah berkoordinasi dengan Dit Resnarkoba Polda Aceh terkait tangkapan pihaknya dinihari ini, Selasa (11/9/2018) sore.

"Ternyata ini ikan kakap, diketahui BD masuk DPO pusat setelah berkoordinasi langsung dengan Dit Resnarkoba Polda Aceh dalam hal ini Dir Resnarkoba, Kombes Pol Agus Sarjito tadi," ujar Kasat.

Mantan Kasat Reskrim Polres Lhokseumawe dan Aceh Timur ini menjelaskan, BD diduga berkaitan dengan peredaran gelap sabu dari Malaysia, Aceh, Jambi dan Jakarta. Pihaknya diminta berupaya untuk mengungkap jaringan peredaran barang haram ini.

"Diduga BD berkaitan dengan peredaran sabu Malaysia, Aceh, Jambi dan Jakarta. Dir Resnarkoba meminta kita berupaya untuk mengungkap jaringan ini dengan berkoordinasi kepada pihak Subdit II Dit Resnarkoba Polda Aceh, terutama Sat Resnarkoba Polres Aceh Besar," jelasnya.

Hingga kini, BD masih diamankan di Mapolresta Banda Aceh untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut. "Kita masih kembangkan kasus ini," tambah AKP Budi Nasuha Waruwu.

Seperti diberitakan sebelumnya, Sat Resnarkoba Polresta Banda Aceh akhirnya menangkap tersangka BD selaku pemberi sabu 100 gram kepada tukang jahit asal Bireuen yang ditangkap bulan lalu di Bandara Internasional Sultan Iskandar Muda (SIM) yakni WY (30).

Tersangka BD ditangkap di kawasan Gampong Cot Mancang, Kecamatan Blang Bintang, Aceh Besar, Selasa (11/9/2018) dinihari sekira pukul 01.00 WIB. Petugas menerima informasi tentang keberadaannya di gampong itu setelah 24 hari buron.

Selama buron, BD diketahui melarikan diri dan menetap di Komplek RT 010/RW 007 Desa Kebayoran Lama Selatan, Kecamatan Kebayoran Lama, Jakarta Selatan. BD sendiri adalah bos atau orang yang menjemput dan memberikan tempat untuk WY bermalam di rumahnya di kawasan Lambaro.

Ia juga merupakan orang yang memberikan sabu yang kemudian dimasukkan ke dalam perut WY melalui dubur menggunakan kondom serta orang yang mengantarkan WY ke Bandara SIM untuk terbang ke Jakarta. Hal ini diketahui berdasarkan rekaman CCTV bandara yang diperiksa petugas setelah WY ditangkap.

Sebelumnya pada 17 Agustus lalu, petugas Avsec Bandara SIM mengamankan seorang calon penumpang asal Bireun berinisial WY (30), Penjahit, yang berupaya menyelundupkan sabu. WY kemudian diserahkan ke Sat Resnarkoba Polresta Banda Aceh untuk diproses lanjut.

WY sendiri ditangkap saat petugas bandara melakukan pemeriksaan. Saat WY melewati mesin x-ray, diketahui ada benda mencurigakan di dalam perutnya dan setelah diperiksa ternyata benda itu adalah paket sabu berbentuk kapsul yang masuk ke perutnya melalui dubur.

Selain sabu, petugas juga menemukan selembar uang kertas senilai Rp 2 ribu, telepon seluler dan uang tunai senilai Rp 400 ribu. Tersangka WY, diketahui diupah sebesar Rp 10 juta jika paket yang dibawa sampai kepada penerima yang tak diketahui.

Penulis:Hafiz
Rubrik:Hukum

Komentar

Loading...