Kepala BKKBN: Kita Akan Cari Solusi Tekan Angka Perceraian di Aceh

Kepala BKKBN Aceh, Sahidal Kastri

Acehportal.com, Banda Aceh - Kepala BKKBN Perwakilan Aceh Sahidal Kastri mengatakan, Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) merasa prihatin dengan tingginya angka perceraian di provinsi Aceh.

“Kami sangat prihatin angka penceraian di provinsi Aceh selama ini cukup tinggi, salah satu penyebabnya faktor ekonomi,”kata Kepala BKKBN Perwakilan Aceh kepada wartawan di banda Aceh, Kamis (06/09/2018).

Ia berharap segera lahir solusi untuk mengatasi persoalan tersebut, misalnya dengan mengeluarkan peraturan bupati/walikota kepada seluruh calon pengantin yang akan melangsungkan pernikahan agar ada pembekalan pranikah sehingga harapannya angka perceraian yang cukup tinggi itu bisa diturunkan.

Sahidal juga mengatakan, angka perceraian di Aceh tertinggi terdapat di Aceh Utara, disusul Aceh Tengah dan Aceh Tamiang. “Hal ini harus segera dicari solusi agar angka penceraian di provinsi paling ujung barat Indonesia itu menurun,”ungkapnya.

“Penyebabnya setelah kita telusuri karena KDRT. KDRT ini tentu banyak lagi penyebabnya, misalnya ada orang ketiga, faktor ekonomi, dan lainnya. Dan yang paling menyedihkan kita lagi di Aceh ini paling tinggi bukan talak nya tapi pasakhnya, istri yang menggugat suami cerai,” ujarnya.

BKKBN Aceh, kata Sahidal, akan melakukan upaya seperti pertemuan dengan Pemerintah daerah dan tokoh masyarakat, dan mengajak pemerintah daerah secepatnya menyadari kondisi tersebut.

Sementara itu data pada Mahkamah Syariah Aceh menunjukkan perkara perceraian yang telah diputuskan selama tahun 2016 saja berjumlah 4.508 kasus. Dan masih bedasarkan data Mahkamah Syar’iyah Aceh, Selama 2016, mahkamah mencatat 3.789 kasus cerai merupakan gugatan dari istri. Sisanya perkara cerai talak yang berjumlah 1.402 kasus.()

Penulis:adi
Rubrik:Kesehatan

Komentar

Loading...