Gampong Ceungai Dinobatkan Sebagai Kampung KB Mandiri

Kampung KB Mandiri

Langsa - Gampong Ceungai, Kecamatan Langsa Timur, Kota Langsa pada Jumat (31/8/2018) dicanangkan sebagai Kampung KB (Keluarga Berencana) Mandiri Pertama Bunda.

“Dengan dibentuk Kampung KB Mandiri di desa, program pembangunan lintas sektor dan program Kependudukan, Keluarga Berencana, dan Pembangunan Keluarga (KKBPK), dapat menjangkau masyarakat khususnya di desa yang tertinggal,”kata Walikota Langsa yang diwakili Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan, Setda Kota Langsa, Abdullah Gade.

Ia mengharapkan melalui program KB ini dapat memberi kontribusi kepada masyarakat, ampuh menghadapi bonus demografi pada 2035, dan pembinaan masyarakat yang sejahtera dan mandiri bisa tercapai dengan baik.

“Untuk itu, Walikota Langsa berharap SKPK dapat memprioritaskan program kerjanya di Kampung KB,”katanya.

Sementara itu, Kepala Perwakilan BkkbN Aceh, Sahidal Kastri mengatakan, sekarang ini sudah ada  312 Kampung KB di Aceh dan Kota Langsa merupakan daerah pertama kali di Aceh yang meluncurkan Kampung KB Mandiri.

Ia mengharapkan Gampong Matang Ceungai sebagai baro meter dan pilot project keberhasilan pembangunan infrastruktur dan SDM yang terintegrasi, bagi desa-desa lain di Kota Langsa.

"Kami berharap pemerintah daerah terus mendorong terbentuknya Kampung KB Mandiri di daerahnya masing. Paling tidak ada lima Kampung KB Mandiri di setiap kecamatan, sebagaimana yang telah dilakukan Pemko Langsa saat ini,”ujar Sahidal.

Lanjutnya, guna mempercepat terlaksananya program KKBPK yang terintegritas dengan program pembangunan lainnya di Kampung KB. Sebut Sahidal ada beberapa program Pembangunan Keluarga yang dikembangan di Kambung KB secara subtansi yaitu, BKB (Bina Keluarga Balita), BKR (Bina Keluarga Remaja), BKL (Bina Keluarga Lansia), dan UPPKS (Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga Sejahtera).

Sementara itu, Camat Langsa Timur Hendri Soenandar mengatakan, dengan diluncurkan Gampong Matang Ceungai sebagai Kampung KB Mandiri Permata Bunda diharapkan masyarakat di desa tersebut dapat mandiri dan sejahtera.

"Semoga minat dan kesadaran masyarakat kami dalam mengikuti program KB semakin meningkat. Untuk diketahui bahwa saat ini di desa kami jumlah penduduk sebanyak 660 jiwa, jumlah PUS (Pasangan Usia Subur) yaitu 111 pasangan, yang memakai alat kontrasespsi 62 orang," demikian pungkasnya.()

Komentar

Loading...