Lagi, Gajah Jinak Ditemukan Mati di CRU Mila

Foto: Antara

Banda Aceh - Seekor gajah jinak betina berusia 40 tahun ditemukan mati di pinggir sungai kawasan CRU Mila, Pidie, Selasa (14/8/2018). Menurut informasi, kematian gajah ini awalnya diketahui salah satu mahout (pawang gajah) yang saat itu hendak memindahkan gajah.

Tim dokter hewan pun telah melakukan autopsi terhadap bangkai gajah betina tersebut guna memastikan penyebab kematiannya. Tim mengambil sejumlah sampel bagian tubuh gajah seperti hati, ginjal dan lainnya. Bangkai gajah pun saat I I telah dikubur di sekitar lokasi penemuan.

Sementara, Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Aceh, Sapto Aji Prabowo mengatakan, tim dokter di lapangan merasa masih ragu dengan kematian gajah di CRU Milan tersebut. Dikatakan, gajah betina yang mati tersebut bernama Retno.

"Matinya kemarin sore dan dilaporkan tadi malam ke kita. Siang tadi dilakukan autopsi dengan mengambil sampel organ tubuh gajah. Menurut dokter, kematian gajah ini belum dapat didiagnosa," ujarnya saat dikonfirmasi.

Ia menjelaskan, menurut hasil pemeriksaan tim dokter di lapangan, ditemukan adanya pendarahan di dalam organ seperti jantung, ginjal dan dinding usus gajah yang mencirikan keracunan (toxicosis).

"Namun pada sisa makanan, tidak ada tanda-tanda racun. Di kaki dan perut gajah ada luka yang diduga karena jatuh. Jadi diduga gajah ini jatuh dan berusaha bangun tetapi tidak bisa, sehingga ikatan rantai di kaki mengencang dan menyebabkan luka," jelasnya.

Disimpulkan, kematian gajah ini diduga karena keracunan atau tekanan fisik gajah karena jatuh dan tidak dapat bangun. Sampel dan sisa makanan yang diambil tim dokter saat ini masih dianalisa.

"Di lokasi sendiri tidak ada tanda mencurigakan seperti sisa makanan atau benda mencurigakan lainnya. Kita belum bisa simpulkan penyebab kematiannya. Racun bisa saja dari makanan alam atau dari air," tambah Sapto.()

Penulis:hafiz
Rubrik:Daerah

Komentar

Loading...