Populasinya Tinggal 250 Ekor, Wali Kota Ajak Warga Jaga Kelestarian Harimau Sumatera  

Foto: Acehportal.com

Banda Aceh - Banda Aceh Car Free Day, Minggu (29/7/2018), dimeriahkan dengan peringatan Global Tiger Day (Hari Harimau Sedunia). Acara yang digagas oleh komunitas Tiger Heart Aceh itu disambut antusias oleh warga kota.

Rangkaian acaranya antara lain pawai peduli harimau, lomba mewarnai, dan penampilan Barongsai. Pihak panitia juga membuka sejumlah booth dengan tema seputar satwa yang terancam punah tersebut.

Pada kesempatan itu, Wali Kota Banda Aceh Aminullah Usman ikut mengampanyekan upaya-upaya pelestarian terhadap Harimau Sumatera yang kini populasinya diperkirakan tinggal 250 ekor saja. Ia pun turut meneken Piagam Komitmen Global Tiger Day 2018 untuk menegaskan komitmennya.

Menurutnya, Global Tiger Day merupakan hari peringatan lingkungan tingkat dunia untuk meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap usaha konservasi Harimau. “Melalui peringatan ini mari kita bersama-sama untuk terus mengampanyekan pelestarian harimau khususnya Harimau Sumatera yang populasinya terus menurun,” katanya.

“Selain jadi sasaran perburuan dan menjadi komoditi perdagangan gelap, harimau rawan terlibat konflik dengan manusia akibat deforestasi dan juga rentan tertular penyakit dari hewan domestik. Hal tersebut semakin mengancam keberadaan harimau di dunia,” katanya.

Untuk mengatasinya, kata Aminullah, diperlukan aksi positif dari semua pihak lewat aksi nyata dalam upaya mencegah kepunahan harimau. “Semoga dengan peringatan Global Tiger Day ini dapat meningkatkan kesadaran kita semua dalam melakukan upaya pelestarian dan perlindungan terhadap satwa yang dilindungi ini,” katanya.

Tak lupa, wali kota juga menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada Bank BCA selaku sponsor car free day minggu ini dan seluruh pihak yang telah ikut menyukseskan ajang yang disebutnya memberi multi manfaat kepada masyarakat tersebut.

“Kami juga ingin mengajak kita semua untuk lebih mencintai kota ini dengan senantiasa menjaga kebersihan dan keindahan kotanya. Dan yang tak kalah penting tetap memakai atau mengonsumsi produk asli Banda Aceh serta mempromosikan melalui media sosial yang kita punya, sehingga nantinya semakin dikenal oleh masyarakat dunia,” pungkasnya.()

Penulis:adi
Rubrik:Kota

Komentar

Loading...